Pemko Payakumbuh Imbau Para Pengangguran Segera Urus Kartu Pencari Kerja

Kartu Pencari Kerja Payakumbuh

Suasana di kantor Disnakerprin Kota Payakumbuh saat para pencari kerja mengurus AK-1 (Foto: Humas Pemko Payakumbuh)

Langgam.id – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerprin) Kota Payakumbuh mengimbau agar seluruh masyarakat yang masih menganggur dan terus mencari kerja agar segera membuat kartu pencari kerja (pencaker) atau yang dikenal dengan nama AK-1.

Kepala Bidang (Kabid) Ketenagakerjaan Disnakerperin Kota Payakumbuh, Dewi Novita menyebutkan, banyak manfaat yang akan diterima oleh para pencari kerja dengan mengurus surat AK-1 tersebut.

“Salah satunya, ketika ada peluang kerja dari suatu perusahaan, kami akan melihat data pencaker yang ada dan menghubungi mereka terlebih dahulu,” ujar Dewi melalui rilis yang diterima Langgam.id, Kamis (6/2/2020).

Lalu, Dewi mengklaim bahwa AK-1 juga merupakan salah satu syarat dari kebanyakan perusahaan untuk calon karyawan yang akan bergabung. Jadi, kata Dewi, jangan hanya mengurus kartu itu ketika dibutuhkan saja.

“Persiapkan dari sekarang, sehingga tidak tergesa-gesa. Lebih baik siapkan dari sekarang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dewi juga mengimbau agar pencaker yang telah memiliki pekerjaan untuk segera melapor dan menyerahkan kembali surat AK-1 ke Disnakerperin. “Kebanyakan pencaker yang telah mendapatkan pekerjaan tidak melapor. Sehingga masih tercatat sebagai pencaker di data kami,” ungkapnya.

Data 2019, Disnakerprin Kota Payakumbuh mencatat kurang lebih ada sebanyak 600 pencaker yang sudah mengurus AK-1. Dan ia memastikan, bahwa tidak aka nada pungutan dalam pengurusan AK-1 tersebut.

Menurut Dewi, saat ini Pemko Payakumbuh juga sudah mewajibkan seluruh Tenaga Harian Lepas (THL) agar memiliki AK-1 dan menyerahkan AK-1 tersebut ke masing-masing Kepala OPD atau pejabat yang berwenang di instansi tersebut.

“Sekarang belum terdata sepenuhnya, dengan mengurus AK-1 ini semua akan lebih jelas dan terdata. Apalagi ada lebih dari 1.000 orang THL yang ada di Payakumbuh saat ini,” jelasnya.

Jika memang ada 1.000 THL yang berasal atau asli penduduk Payakumbuh, menurut Dewi, berarti sudah ada 1.000 lebih angka pengangguran yang turun di Kota Randang.

“Untuk itu, kami meminta seluruh kepala instansi untuk memastikan agar seluruh THL di instansinya dapat menyerahkan surat AK-1. Mungkin bisa diberi sanksi apabila mereka tidak memiliki surat AK-1,” katanya. (*/ZE)

Baca Juga

Team Miminku dan Rudi Maulana
Agensi Digital Marketing Miminku.id Pertama di Sumatera, Inovasi Pemberdayaan Perempuan Asal Payakumbuh
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Sumatra Barat (Sumbar) pada Februari 2024 mencapai sebesar 5,79
BPS: Pengangguran Terbuka di Sumatra Barat 5,79 Persen
Kepala Kantor Kemenag Kota Payakumbuh, Joben mengatakan, pada Idul Adha 1444 H ini, ada total 1.564 ekor hewan kurban yang akan disembelih
Pemko Payakumbuh Gelar Salat Idulfitri 1445 H di Halaman Balai Kota
Ketua DPRD Sumbar Supardi mengajak masyarakat untuk menghindari berbagai jenis sogokan dalam pemilihan calon kepala daerah. Menurutnya Kota
Ketua DPRD Sumbar Ajak Warga Payakumbuh Bijak dalam Menentukan Sikap dalam Pilkada
Belatung Menggeliat pada Tumpukan Sampah di Padang Kaduduk Payakumbuh
Belatung Menggeliat pada Tumpukan Sampah di Padang Kaduduk Payakumbuh
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumatra Barat (Sumbar) pada 2023 lalu sebesar 5,94 persen. Persentase ini mengalami penurunan dibandingkan
Berikut Persentase Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten/Kota di Sumbar pada 2023