Pemko Pariaman Terima Bantuan Logistik dari BNPB

Pemko Pariaman Terima Bantuan Logistik dari BNPB

Bantuan BNPB disimpan di gudang logistik dan peralatan BPBD Kota Pariaman. (foto: Info Publik)

Langgam.id BPBD Kota Pariaman menerima bantuan sarana dan peralatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.  Bantuan itu dikirim lewat ekspedisi jalan darat dan tiba di Kota Pariaman, Sabtu (6/3/2021).

Kepala BPBD Kota Pariaman Azman mengatakan, bantuan dari BNPB tersebut melalui Deputi Bidang Logistik dan Peralatan.

“Adapun bantuan yang diterima yaitu disinfektan 4 liter atau 125 jerigen, hand sanitizer 1l iter atau 1.000 botol, masker kain 50.000 pcs, tenda pengungsi 3 Set dan velbed 20 unit,” ujar Azman, Minggu (7/3/2021) .

Baca juga: Pantau Kegiatan Belajar Mengajar, Wako Pariaman Gowes ke Sekolah

Ia menjelaskan, bahwa saat ini sarana dan peralatan itu sudah tersusun di gudang logistik dan peralatan BPBD Kota Pariaman.

“Dengan telah tibanya bantuan, kondisi sarana dan peralatan yang dibutuhkan BPBD dalam mengemban tugas tentu makin baik dan lancar,” katanya.

Azman mengungkapkan, peralatan itu akan digunakan dan dimanfaatkan untuk penanggulangan bencana.  (*/yki)

Baca Juga

salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
Petugas BPBD mengevakuasi warga terdampak banjir di Tanah Datar, pada Selasa malam. DOK BPBD
Hujan Deras, Dua Kecamatan di Tanah Datar Terdampak Banjir
Kemenkes antisipasi kenaikanpenyakit di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Sumbar dengan operasi kedaruratan kesehatan.
Kemenkes Aktifkan Kedaruratan Kesehatan di Sumbar Antisipasi Penyakit Pascabencana
Personil kepolisian membawa jenazah korban galodo di Nagari Salareh Aia Timur.
12 Hari Pasca Galodo Silareh Aia, 68 Orang Masih Hilang