Pemko Padang Panjang Bangun Monumen Peringatan Gempa 1926

Langgam.id – Pemerintah Kota Padang Panjang membangun monumen peringatan Gempa 1926 sebagai pengingat salah satu bencana terbesar yang pernah melanda daerah itu sekaligus memperkuat budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

Pembangunan monumen ditandai dengan peletakan batu pertama dalam kegiatan Refleksi Satu Abad Gempa 1926 yang digelar di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM), Sabtu (27/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum mengenang 100 tahun gempa dahsyat yang mengguncang Padang Panjang dan sekitarnya pada 28 Juni 1926.

Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, I Putu Venda, mengatakan monumen tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi generasi sekarang maupun mendatang agar tidak melupakan sejarah kebencanaan yang pernah dialami daerah tersebut.

“Kita mengenang gempa 28 Juni 1926 sebagai pengingat bagi generasi hari ini dan generasi mendatang bahwa kota ini pernah mengalami salah satu tragedi terbesar dalam sejarahnya. Namun dari peristiwa itu pula, masyarakat Padang Panjang membuktikan mampu bangkit dan terus melangkah ke depan,” katanya.

Menurut Putu, peringatan satu abad gempa bukan sekadar mengenang peristiwa masa lalu, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana di masa mendatang.

Ia mengatakan, bencana yang meluluhlantakkan infrastruktur dan merenggut banyak korban jiwa itu meninggalkan pelajaran berharga tentang pentingnya gotong royong, ketabahan, dan kebersamaan dalam membangun kembali daerah.

“Refleksi satu abad gempa ini harus menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan budaya sadar bencana, serta membangun masyarakat yang semakin tangguh menghadapi berbagai potensi bencana di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I BMKG Padang Panjang, Suaidi Ahadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya mitigasi bencana melalui edukasi kepada masyarakat.

“Ini adalah bentuk kesiapsiagaan, bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. Dengan memahami sejarah kebencanaan, kita dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi risiko apabila bencana serupa terjadi di masa mendatang,” katanya.

Berdasarkan kajian BMKG, gempa yang terjadi pada 1926 berkaitan dengan aktivitas Sesar Sianok hingga kawasan Danau Singkarak. Aktivitas sesar tersebut juga kembali memicu gempa pada 2007 sehingga menjadi pengingat bahwa wilayah Sumatera Barat memiliki dinamika kebumian yang perlu dipahami bersama.

Melalui pembangunan monumen tersebut, Pemerintah Kota Padang Panjang berharap sejarah Gempa 1926 tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga menjadi sarana edukasi kebencanaan sekaligus pengingat pentingnya kesiapsiagaan bagi masyarakat dan generasi mendatang. (HER)

Baca Juga

59 Warga Padang Panjang Terima Bantuan ATENSI Kemensos, Ada Kursi Roda hingga Modal Usaha
59 Warga Padang Panjang Terima Bantuan ATENSI Kemensos, Ada Kursi Roda hingga Modal Usaha
Dilantik Jadi Kepala DLH Sumbar, Kuartini Deti Putri Tetap Jadi Pj Sekdako Padang Panjang
Dilantik Jadi Kepala DLH Sumbar, Kuartini Deti Putri Tetap Jadi Pj Sekdako Padang Panjang
Wako Hendri Arnis Ajak Pengunjung Jambore PKK Belanja Produk UMKM Padang Panjang
Wako Hendri Arnis Ajak Pengunjung Jambore PKK Belanja Produk UMKM Padang Panjang
53 Kelompok Adu Kreasi Masak Sambalado Tanak di Padang Panjang
53 Kelompok Adu Kreasi Masak Sambalado Tanak di Padang Panjang
8 Kelurahan di Padang Panjang Adu Kreasi Olah Rendang
8 Kelurahan di Padang Panjang Adu Kreasi Olah Rendang
30 Pelaku Ekraf Padang Panjang Didorong Tingkatkan Daya Saing Produk Fesyen
30 Pelaku Ekraf Padang Panjang Didorong Tingkatkan Daya Saing Produk Fesyen