Langgam.id – Pemerintah Kota Padang Panjang kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kegiatan tersebut digelar di area parkir Masjid Taqwa Muhammadiyah, Kamis (13/8/2026). Warga terlihat antusias mendatangi lokasi untuk membeli berbagai komoditas pangan yang tersedia.
GPM menjadi salah satu upaya Pemko Padang Panjang menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berbagai komoditas tersedia dalam kegiatan tersebut, mulai dari cabai merah, bawang merah, bawang putih, kentang, buncis, selada, beras, minyak goreng hingga gula.
Untuk komoditas hortikultura, pasokan berasal dari petani lokal maupun daerah lain. Sementara beras, minyak dan gula didatangkan melalui Bulog.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Padang Panjang, Yohana Lisa mengatakan, GPM merupakan salah satu langkah pemerintah menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
“Mulai dari Juli kami mengadakan GPM setiap bulan. Untuk Agustus ini kami percepat pelaksanaannya dalam rangka memperingati HUT RI,” ujarnya.
Sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih terjangkau. Cabai merah misalnya, dipatok Rp31.000 per kilogram. Kemudian bawang merah kampung Rp23.000 per kilogram, bawang merah impor Rp12.000 per kilogram, serta bawang putih Rp12.000 per setengah kilogram.
Selanjutnya, kentang dijual Rp12.000 per kilogram. Telur kecil dibanderol Rp42.000 per zak, sedangkan telur ayam ras ukuran menengah Rp47.000 per zak.
Pelaksanaan GPM tersebut turut didukung Bank Nagari, Perumda Air Minum Tirta Serambi, Bulog, PT Muda Teruna Jaya, UD Rahmad, KWT Berkah Kita dan Toko Tani Indonesia.
Salah seorang warga, Nana (35), mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, GPM memberikan pilihan bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Pemko Padang Panjang berharap pelaksanaan GPM secara rutin dapat menjaga akses masyarakat terhadap pangan sekaligus membantu mempertahankan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di daerah. (HER)






