Pemko Padang Anggarkan Rp100 Juta untuk Festival Serak Gulo

SERAK GULO

Tradisi Serak Gulo warga keturunan India di Padang, Sumatra Barat (Foto: Rahmadi/Langgam.id)

Langgam.id – Pemerintah Kota Padang menganggarkan sebesar Rp100 juta untuk penyelenggaraan Festival Serak Gulo yang diadakan oleh warga keturunan India di Kawasan Kampung India, Jalan Pasar Batipuh, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Sabtu (25/1/2020).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Padang, Arfian mengatakan, saat ini merupakan tahun ke tiga Festival Serak gulo masuk dalam kalender event tahunan Kota Padang. Tradisi ini, katanya perlu dilestarikan.

“Sebenarnya, acara ini sudah ada ratusan tahun, jadi baru diakomodiri tiga tahun terakhir melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,” ujarnya di Padang, Sabtu (25/1/2020).

Menurutnya, jika memungkinkan, anggaran untuk acara ini akan diberikan lebih besar kedepannya. Selain itu, acara ini juga diharapkan menambah kunjungan wisatawan ke Kota Padang.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, tercatat selama 2019 ada sekitar 5 juta wisatawan yang datang ke Padang. Diharapkan tahun 2020 angka tersebut bertambah.

Salah upaya, kata Arfian, salah satunya dengan meningkat event-event yang ada di Padang.

“Sekarang mungkin belum banyak dianggarkan, kedepan akan kita tingkatkan, dengan adanya event dan festival, diharapkan ada peningkatan kunjungan wisatawan,” jelasnya.

Adanya festival Serak Gulo, kata Arfian, merupakan lambang keberagaman etnis dan bentuk adanya toleransi di Kota Padang. Semuanya bisa hidup damai aman dan berdampingan.

Sementara itu, Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, Festival Serak Gulo merupakan event pertama di tahun 2020. Pemko Padang memiliki 35 event sepanjang 2020.

“Ini sudah masuk kalender tahunan Kota Padang, ini menjadi bagian daya tarik, hanya ada di Padang dan satu-satunya di Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Pemko Padang juga sedang merancang pertemuan 19 etnis di Kota Padang. Acara tersebut ditargetkan bisa terlaksana 2021.

“Dengan begitu, semua etnis bisa berkontribusi dalam berbagai kegiatan di Kota Padang, dan pemerintah wajib mendukung agar nilai masing-masing etnis dapat ditampilkan dan diketahui,” katanya. (Rahmadi/ZE)

Baca Juga

Lokasi pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak banjir Kota Padang.
Asa Penyitas Banjir Padang Menunggu Hunian yang Tak Kunjung Rampung
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Kondisi tenda pengungsi warga terdampak banjir di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Minggu (9/8/2026)
Cerita Korban Banjir Padang yang Masih Memilih Tinggal di Tenda Pengungsian
Walikota Padang, Fadly Amran.
Pemko Padang Siapkan Opsi Relokasi bagi Warga Kuranji yang Tinggal di Area Rawan Banjir
Ratusan Rumah Rusak Terdampak Banjir  Padang Dapat Bantuan Rp2 Juta 
Ratusan Rumah Rusak Terdampak Banjir  Padang Dapat Bantuan Rp2 Juta 
Banjir di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Banjir di Padang Terus Berulang, DPRD Dorong Solusi dari Hulu hingga Muara