Pemkab Tanah Datar Kerja Sama dengan Unand untuk Program Bajak Sawah Gratis

Pemkab Tanah Datar melakukan kerja sama dengan Fakultas Teknik Pertanian Unand untu program layanan bajak sawah gratis untuk petani.

Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian [Foto: Pemkab Tanah Datar]

Langgam.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar melakukan kerja sama dengan Fakultas Teknik Pertanian (Fateta) Universitas Andalas (Unand) untuk penerapan program layanan bajak sawah gratis untuk petani.

Sebelumnya, Wakil Bupati beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan tim teknis percepatan pembangunan sektor pertanian Tanah Datar dan para pakar Ilmu Pertanian Unand Padang ketika berdialog dan diskusi khusus di Auditorium Kampus, Kamis (6/1/2022).

Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian menjelaskan masyarakat Tanah Datar lebih dari 70 persen bermata pencarian sebagai petani, baik petani lahan kering maupun lahan basah.

Kemudian, untuk menunjang pertanian dengan menekan biaya produksi dan meningkatkan indeks pertanaman, Wabup juga sampaikan bahwa Pemda mempunyai program unggulan seperti bajak sawah gratis yang tidak lama lagi bakal di launching.

“Kita akui walau bajak gratis ini memang bukan yang pertama di Indonesia namun sudah ada yang memulai seperti di Provinsi Gorontalo dengan tahap awal brigade alsintan dan dilanjutkan dengan bajak gratis dan kita adopsi dari sana, “ ujarnya dikutip dari keterangan resmi Pemkab Tanah Datar, Minggu (9/1/2022).

Ia menambahkan, jumlah mesin bajak bantuan yang tersebar  di kelompok tani sekarang 1.500 unit. Hal itu tentu ada yang tidak beroperasi lagi akibat rusak. Pemkab akan memperbaiki dan akan kembali dipergunaka. Kemudian juga akan di manage lagi pengoperasiannya.

Richi mengatakan dukungan program bajak sawah gratis juga dapat dukungan dari BLK Provinsi Sumata Barat (Sumbar) yang akan menjadikan Tanah Datar sebagai lokasi workshop untuk alsintan.

Dekan Fateta Unand Padang Feri Arlius menyebut pihaknya siap memberi bantuan terhadap program unggulan Pemkab Tanah Datar yaitu bajak gratis bagi petani dan program-program pertanian lainnya di Tanah Datar.

“Kami semua pakar-pakar Ilmu Pertanian Unand demi menyukseskan program-program pertanian di Tanah Datar siap berada dibelakang, kalau masih kurang juga kami siap menambah," ujarnya.

Feri juga menyebut untuk meningkatkan kualitas SDM dibidang Pertanian, Fateta Unand saat ini membuka program penerimaan mahasiswa baru yang bekerjasama dengan Pemda. Dia mengajak Pemkab Tanah Datar untuk dapat memberikan beasiswa bagi putera dan puteri terbaik Tanah Datar untuk kuliah di Faperta tanpa tes, langsung diterima.

Selain itu, Lektor Kepala Teknologi Industri Pertanian Unand Padang Erigas Ekaputra menjelaskan untuk percepatan progul bajak gratis ini sudah bisa dilaksanakan dengan memanfaatkan bajak yang sudah ada sambil menunggu brigade alsintan yang juga harus disiapkan.

Erigas juga minta Pemkab Tanah Datar untuk memanfaatkan lahan-lahan produktif yang masih kosong untuk ditanami kasiavera atau kulit manis.

"Sementara bibitnya pihak Unand yang menyediakan dan masyarakat yang menanam," katanya. (*)


Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Bupati Tanah Datar, Eka Putra membuka event Sumarak Labuah Babudayo yang digelar di Nagari Labuah, Kecamatan Lima Kaum, Jumat (12/4/2024).
Sumarak Labuah Babudayo Jadi Pembuka Progul Satu Nagari Satu Event Tanah Datar 2024
Jalan Tanjung Barulak-Tapi Selo via Bukit Martobak Putus
Jalan Tanjung Barulak-Tapi Selo via Bukit Martobak Putus
30 Titik Bencana di Kabupaten Tanah Datar, Bupati Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari
30 Titik Bencana di Kabupaten Tanah Datar, Bupati Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari
Bupati Tanah Datar, Eka Putra meninjau lokasi banjir lahar dingin di Batang Lona Lima Kaum pada Jumat (5/3/2024). Pada kesempatan itu, Eka
Banjir Lahar Dingin Rendam Sawah Warga di Tanah Datar
Dua Ruas Jalan di Salimpaung Diperbaiki dengan Anggaran Rp 12,4 Miliar
Dua Ruas Jalan di Salimpaung Diperbaiki dengan Anggaran Rp 12,4 Miliar
Perubahan Iklim Merusak jaringan irigasi dan Menggagalkan Panen
Perubahan Iklim Merusak jaringan irigasi dan Menggagalkan Panen