Pemeriksaan WNA Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, Polda Sumbar akan Libatkan Ahli Bahasa

Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono mengatakan, bahwa pihaknya telah memberikan sejulah reward dan punishment kepada personelnya selama 2023.

Gedung Polda Sumbar di Jalan Sudirman, Padang. [foto: infopublik.id]

Langgam.id – Seorang warga negara asing (WNA) diduga terlibat kasus kekerasan seksual. Kasus ini dilaporkan sedang ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar).

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, pihaknya masih dalam tahap proses dalam kasus ini. Pemeriksaan terhadap WNA tersebut segera dilakukan.

“Lagi tahap pemeriksaan. Untuk WNA belum diperiksa, karena masih menunggu ahli bahasa,” kata Satake Bayu dihubungi langgam.id, Senin (20/12/2021).

Satake Bayu belum mengetahui secara detail kasus ini, namun diketahui WNA sebagai terduga pelaku berasal dari Pakistan. Begitupun untuk korban apakah anak bawah umur atau dewasa.

Baca juga: Seorang WNA Diduga Terlibat Kasus Kekerasan Seksual, Kini Ditangani Polda Sumbar

“Saya lagi nunggu juga laporan tertulisnya dari Dirreskrimum. Nanti saya kirim (kalau sudah dapat),” ujarnya.

Baca Juga

Rentetan 6 Kecelakaan di Sitinjau Lauik Selama Januari-April 2026, Korban Meninggal 2 Orang 
Rentetan 6 Kecelakaan di Sitinjau Lauik Selama Januari-April 2026, Korban Meninggal 2 Orang 
Ilustrasi kekerasan anak. (Dok. Istimewa)
10 Fakta Mencemaskan Kekerasan Anak di Sumbar yang Naik Drastis, Korban Dilecehkan hingga Disiksa Ayah Kandung
Walhi Bakal Laporkan Pemprov Sumbar-Polda ke Kapolri hingga DPR RI Soal Tambang Ilegal 
Walhi Bakal Laporkan Pemprov Sumbar-Polda ke Kapolri hingga DPR RI Soal Tambang Ilegal 
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Try Suryanta bersama unsur Forkopimda melakukan panen jagung serentak kuartal II di Padang. (Foto: Irwanda/Langgam.id)
Polda Sumbar Dorong Ketahanan Pangan Lewat Panen Jagung dan Pembiayaan KUR
9 Orang Meninggal Tertimbun di Lokasi Tambang Emas Ilegal Sijunjung
9 Orang Meninggal Tertimbun di Lokasi Tambang Emas Ilegal Sijunjung
Khairul Jasmi. (Foto: Do. Probadi)
Tutup Saja Jalan Lembah Anai, Ada Jalur Lain Sejak Zaman Belanda