Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Solok Pakai Cangkul Selesai Jalani Observasi di RS Jiwa

Langgam.id-RS Jiwa

RSJ HB Saanin Padang. [foto: sumbarprov.go.id]

Langgam.id – Pelaku pembunuhan ibu kandung pakai cangkul di Jorong Padang Laweh, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok selesai menjalani observasi kejiwaan.

Pelaku berinisial Sn (49) diketahui menjalani observasi selama 14 hari di Rumah Sakit Jiwa HB Saanin Padang.

“Sudah selesai observasinya. Tapi hasilnya belum keluar. Informasi dari pihak dokter hasil keluar dua minggu,” kata Kasat Reskrim Polres Solok, Iptu Rifki Yudha Ersanda dihubungi langgam.id, Rabu (15/12/2021).

Rifki mengatakan, observasi ini dilakukan guna mengetahui apakah pelaku memiliki gangguan kejiwaan. Apabila mengalami gangguan kejiwaan, sehingga proses hukum tidak dapat ditindaklanjuti.

“Tidak bisa diproses jika memiliki kelainan. Kalau kurang akalnya kan kami dari pihak kepolisian tidak bisa memproses pidana,” jelasnya.

Sampai saat ini, pihak kepolisian belum mengetahui motif pasti pelaku tega menghabisi nyawa orang tuanya mengunakan cangkul. Tindakan ini dilakukan spontan oleh pelaku.

Hasil olah tempat kejadian perkara, pelaku melakukan pemukulan sebanyak dua kali kepada orang tuanya pakai cangkul. Pemukulan tepat di bagian kepala hingga korban yang berusia 71 tahun itu meninggal dunia.

Baca juga: Anak Bunuh Ibu Kandung dengan Cangkul di Solok, Polisi Akan Tes Kejiwaan Tersangka

“Korban dalam keadaan tidur di atas kasur dengan posisi miring ke kiri. Akibat pukulan, kepala belakang sebelah kanan korban mengalami luka robek,” tuturnya.

Kasus ini sebelumnya terjadi pada 13 November 2021 sekitar pukul 03.00 WIB. Usai menjalani observasi kejiwaan, pelaku kini masih diamankan di Polres Solok hingga hasil pemeriksaan diumumkan dokter.

Baca Juga

Dijadwalkan Hari Ini, Sertijab Kapolda Sumbar Mendadak Ditunda
Dijadwalkan Hari Ini, Sertijab Kapolda Sumbar Mendadak Ditunda
Kapolda Sumbar, Komjen Pol Gatot Tri Suryanta
Kenaikan Harta Kekayaan Kapolda Sumbar Gatot, Mahasiswa Minta KPK-PPATK Turun Tangan
Antrean Panjang Kendaraan Pengisi Solar  di SPBU Ampang, Capai 500 Meter
Antrean Panjang Kendaraan Pengisi Solar di SPBU Ampang, Capai 500 Meter
Soroti Kenaikan Harta Kekayaan Kapolda Sumbar, Mahasiswa: Patut Dipertanyakan
Soroti Kenaikan Harta Kekayaan Kapolda Sumbar, Mahasiswa: Patut Dipertanyakan
Cerita Sopir Truk Memilih Terpuruk ke Parit  Hindari Tabrakan di Sitinjau Lauik
Cerita Sopir Truk Memilih Terpuruk ke Parit  Hindari Tabrakan di Sitinjau Lauik
Penjelasan BNN Soal Penggerebekkan Gudang Sabu di Kota Padang
Penjelasan BNN Soal Penggerebekkan Gudang Sabu di Kota Padang