Pedagang di Pasar Raya Padang Menjerit, DPRD Minta Pemko Evaluasi Pengadaan Seragam Gratis
Langgam.id – Program seragam sekolah gratis yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Padang menuai sorotan dari DPRD Kota Padang.
Sorotan tersebut tidak berkaitan dengan besaran anggaran yang dialokasikan, melainkan mekanisme pengadaan yang dinilai belum berpihak kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengatakan persoalan tersebut mencuat dalam rapat pembahasan Perubahan APBD Kota Padang bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Ia mengingatkan agar seluruh hasil pembahasan yang telah disepakati bersama benar-benar ditindaklanjuti sebelum APBD disahkan.
“Ini sudah finalisasi akhir. Jangan sampai nanti setelah APBD diketok palu baru muncul persoalan karena ada hal-hal yang belum dituntaskan,” kata Muharlion, Rabu (8/7/2026).
Dalam pembahasan tersebut, DPRD menyoroti proses pengadaan seragam sekolah gratis yang disebut dimenangkan oleh perusahaan dari luar Sumatera Barat.
Menurutnya, kondisi tersebut bertentangan dengan semangat program unggulan Pemerintah Kota Padang yang mendorong UMKM naik kelas.
“Pedagang kita sudah mengeluh. Kemarin vendornya dari Jakarta dan Aceh. Ini menjadi perhatian serius dan jelas menabrak progul Wali Kota Padang mengenai UMKM Naik Kelas,” ujarnya.
Muharlion menilai program seragam sekolah gratis sejak awal tidak hanya ditujukan untuk membantu meringankan beban orang tua siswa, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah melalui keterlibatan pelaku usaha lokal.
Apabila proyek tersebut justru dikerjakan oleh perusahaan dari luar daerah, maka manfaat ekonomi yang semestinya berputar di Kota Padang dikhawatirkan mengalir ke daerah lain.
Keluhan serupa juga disampaikan para pedagang seragam sekolah di Pasar Raya Padang. Memasuki musim penerimaan peserta didik baru yang biasanya menjadi periode dengan tingkat penjualan tertinggi, aktivitas perdagangan justru mengalami penurunan. Banyak pedagang mengaku hanya menunggu pembeli, sementara stok seragam masih menumpuk di toko.
Ketua Asosiasi Pedagang Seragam Sekolah Kota Padang, Jasman, mengatakan penurunan omzet mulai dirasakan sejak program seragam sekolah gratis diberlakukan.
Ia menegaskan para pedagang tidak menolak kebijakan pemerintah membantu masyarakat, tetapi berharap pengadaan seragam juga melibatkan pelaku usaha lokal.
“Dengan kebijakan Pemko yang menggratiskan pakaian itu saja sudah membuat pasar sepi. Saat ini hanya hitungan jari yang jual beli dan pasar belum mengeliat. Kami minta pemerintah kota juga memperhatikan kami,” katanya.
Menurut Jasman, tahun ajaran baru merupakan momen utama bagi pedagang seragam untuk memperoleh pendapatan yang menjadi penopang kebutuhan hidup selama setahun.
“Namun, kesempatan tersebut kini berkurang seiring menurunnya aktivitas jual beli di pasar,” tuturnya. (HER)





