Langgam.id – Dinas Sosial Kota Padang menyiagakan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) di sejumlah lokasi terdampak banjir untuk memetakan kondisi warga dan memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi.
Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya mengatakan personel Tagana telah ditugaskan ke lapangan untuk memantau kondisi warga, terutama terkait kebutuhan makanan, perlengkapan tidur dan kebutuhan rumah tangga.
“Personel Tagana sudah berada di lokasi terdampak untuk memetakan kebutuhan warga. Untuk saat ini, kebutuhan makanan masih bisa ditangani sehingga belum diperlukan pembukaan dapur umum,” kata Eri kepada Langgam.id, Rabu (14/10/2026).
Eri menjelaskan, penanganan bantuan dilakukan berdasarkan kondisi dan jumlah warga terdampak. Ia menyebut Dinas Sosial Kota Padang akan mempertimbangkan pembukaan dapur umum apabila jumlah warga yang membutuhkan cukup besar dan tidak mampu memenuhi kebutuhan makanan secara mandiri.
“Jika jumlah warga terdampak cukup besar misalnya mencapai 200 kepala keluarga dan mereka kesulitan menyediakan makanan, kami akan membuka dapur umum. Namun, jika jumlahnya di bawah itu, kami bisa menyalurkan bahan makanan,” ujarnya.
Eri menyebutkan, dalam penanganan banjir pada 10 Oktober 2026, Dinas Sosial berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
“Dinas Sosial berfokus pada penanganan di Kecamatan Kuranji, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menangani kebutuhan makanan di Kecamatan Koto Tangah,” katanya.
Eri mengatakan, kebutuhan warga akan terus dipantau oleh Tagana yang disiagakan di lapangan dan menjadi dasar untuk menentukan jenis bantuan lanjutan.
“Kalau warga masih membutuhkan kasur, family kit atau perlengkapan rumah tangga lainnya, kami bisa menyiapkannya. Penyaluran bantuan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak,” tuturnya.
Menurut Eri, kondisi warga terdampak dapat berubah sewaktu-waktu. Ia memastikan personel Tagana telah disiagakan untuk membantu penanganan bencana, mulai dari memasak, mendirikan tenda, hingga memfasilitasi kebutuhan warga.
“Penanganan ini dinamis. Jika nanti ada perkembangan dan warga membutuhkan dapur umum, kami siap membukanya berdasarkan hasil pemantauan Tagana di lapangan,” katanya. (HER)






