Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Bertambah 20, Tenaga Kesehatan hingga Karyawan Bank

penanganan pandemi

Ilustrasi - Setop Covid-19. (Foto: Fernando Zhiminaicela/pixabay.com)

Langgam.id – Jumlah pasien covid-19 yang sembuh di Sumatra Barat (Sumbar) bertambah hari ini. Jumlah pasien yang sembuh kini sebanyak 854 orang.

Berdasarkan data per Kamis (13/8/2020) pukul 15.00 WIB, terdapat penambahan 20 pasien sembuh. Pasien meninggal per hari ini bertambah 1 orang.

“Sembuh bertambah 20 orang, sehingga total sembuh 854 orang dan meninggal bertambah 1 orang, sehingga total meninggal 37 orang,” kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Kasus Covid-19 Sumbar 13 Agustus: Bertambah 42 Positif dari 7 Kota dan Kabupaten

Hingga hari ini, jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 85.469 spesimen.
Sedangkan jumlah orang yang diperiksa sebanyak 74.723 orang.

Berikut rincian penambahan 20 pasien sembuh di Sumbar per 13 Agustus 2020:

1. Wanita 35 th, warga Aia Tawa, pekerjaan tenaga kesehatan, diduga terpapar dari pekerjaan, pasien Semen Padang Hospital.

2. Wanita 22 th, warga Banda Buek, status IRT, diduga terpapar dari riwayat pengobatan, pasien Semen Padang Hospital.

3. Wanita 27 th, warga Gantiang Parak Gadang, pekerjaan swasta, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien Semen Padang Hospital.

4. Wanita 31 th, warga Limau Manih, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien karantina BPSDM.

5. Wanita 13 th, warga Rawang, status pelajar, diduga terpapar dari orang tua yang bekerja di pasar raya, pasien karantina BPSDM.

6. Wanita 35 th, warga Tanah Sirah Piai, pekerjaan karyawan Bank, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien karantina BPSDM.

7. Pria 64 th, warga Tanah Garam Kota Solok, pekerjaan wiraswasta, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien karantina BPSDM.

8. Wanita 57 th, warga Tanah Garam, pekerjaan ASN, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien karantina BPSDM.

9. Pria 29 th, warga Lubuak Aluang Kab. Padang Pariaman, pekerjaan ASN, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien karantina BPSDM.

10. Pria 50 th, warga IV Koto Kab. Agam, pekerjaan swasta, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien karantina BPSDM.

11. Pria 37 th, warga IV Koto, pekerjaan swasta, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien karantina BPSDM.

12. Pria 60 th, warga IV Koto, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien karantina BPSDM.

13. Wanita 44 th, warga IV Koto, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien karantina BPSDM.

14. Wanita 25 th, warga Parak Laweh Kota Pariaman, pekerjaan guru, diduga terpapar dari pekerjaan dan riwayat perjalanan dari Bukittinggi, pasien karantina BPSDM.

15. Pria 56 th, warga IV Korong Kab. Agam, pekerjaan wiraswasta, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien karantina BPSDM.

16. Wanita 24 th, warga Lubeg, pekerjaan swasta, diduga terpapar dari pekerjaan, pasien Dinkes Padang.

17. Wanita 62 th, warga Parak Laweh, pekerjaan guru, diduga terpapar dari aktivitas, pasien Dinkes Padang.

18. Anak-anak (laki-laki) 5 th, waega Lembah Segar Kota Sawahlunto, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien karantina OMTC Sawahlunto.

19. Wanita 14 th, warga Tanah Lapang, status pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien karantina OMTC Sawahlunto.

20. Wanita 14 th, warga Barangin, status pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien karantina OMTC Sawahlunto.

Korban meninggal:

Pria 68 th, warga Tanah Sirah, pekerjaan swasta, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RSUD Rasidin Padang.

Baca Juga

TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu
Ilustrasi mati lampu PLN
Mati Lampu Massal, Berikut Daftar Daerah Terdampak
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto saat memberikan penjelasan tentang izin pertambangan rakyat.
Solar Langka, Dinas ESDM Sumbar Dorong Distribusi BBM Subsidi Tepat Sasaran 
Ilustrasi kekerasan anak. (Dok. Istimewa)
10 Fakta Mencemaskan Kekerasan Anak di Sumbar yang Naik Drastis, Korban Dilecehkan hingga Disiksa Ayah Kandung
Khairul Jasmi. (Foto: Do. Probadi)
Tutup Saja Jalan Lembah Anai, Ada Jalur Lain Sejak Zaman Belanda