Pasien PDP dari Batipuh Tanah Datar yang Meninggal Dipastikan Negatif Covid-19

Pasien PDP dari Batipuh Tanah Datar yang Meninggal Dipastikan Negatif Covid-19

Foto: Pixabay

Langgam.id – Satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) terindikasi Covid-19 yang meninggal di RSUD Padang Panjang, Senin (20/4) lalu, dipastikan negatif Covid-19. Pasien asal Nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar itu, sebelumnya dimakamkan berdasarkan prosedur pemakaman jenazah terindikasi Covid-19.

Hasil negatif Covid-19 diperoleh dari pemeriksaan swab oleh Laboratorium Biomedik (Riset Terpadu) Pusat Diagnostik dan Riset Penyait Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Dalam lampiran bernomor 189/04/PDRPI-FK/2020, yang ditujukan ke RSUD Padang Panjang, disebutkan dua kali uji sampel tiga pasien atas nama Asnidar, Rosneli, dan Oskar, hasilnya tidak ditemukan positif.

“1 orang PDP (Asnidar) yang meninggal beberapa hari lalu asal Nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, telah keluar hasil dari Laboratorium Unand dengan hasil negatif corona,” kata Jubir Covid-19 Tanah Datar Roza Mardiah, Rabu (22/4), sebagaimana dicuplik dari tanahdatar.go.id.

Dia menambahkan, sampai Rabu siang, berdasarkan informasi Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tanah Datar di Gedung Nasional Suri Maharajo Dirajo tidak ada penambahan kasus positif Covid-19.

“Tetap 2 kasus (1 orang menjalani isolasi di rumah dan 1 orang sudah dinyatakan sembuh dengan hasil negatif),  ODP turun menjadi 39 orang, PDP 2 orang (1 orang meninggal asal Kecamatan Batipuh dan 1 orang masih dirawat di RSUD Padang Panjang) dan notifikasi juga turun menjadi 2.476 orang,” bebernya.

Meski tidak ada penambahan kasus positif  Covid-19 di Tanah Datar, namun demikian pihaknya meminta semua semua masyarakat tetap terus waspada dan patuh, apalagi Sumatra Barat termasuk Tanah Datar sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Roza mengatakan,  tujuan utama dari PSBB ini adalah untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan cara membatasi aktivitas orang-orang dalam suatu kegiatan yang menimbulkan suatu kerumunan atau yang melibatkan orang banyak untuk sementara waktu.

Terkait telah keluarnya hasil pemeriksaan swab warga Tanjung Barulak yang meninggal beberapa hari lalu, Wali Nagari Tanjung Barulak Alva Enersi berharap, tidak ada lagi disinformasi di tengah masyarakat yang memicu gonjang-ganjing dan keresahan soal paparan Covid-19 di Tanjung Barulak.

Setelah hasil negatif itu keluar, ia telah melakukan koordinasi dengan tim kesehatan serta tim relawan. Selanjutnya akan dibuatkan surat edaran.

Untuk meluruskan informasi yang bercabang-cabang di tengah masyarakat, pihaknya telah memproduksi konten youtube untuk disebarkan ke beberapa grup Whatsapp Nagari Tanjung Barulak dan Kecamatan Batipuh.

“Artinya kita perlu menjelaskan secara transparan ke masyarakat. Jika ada pihak-pihak yang membuat masyarakat resah, itu yang kita tenangkan melalui youtube,” tukasnya.

Ia menegaskan, bahwa positif atau negatif Covid-19 itu berdasarkan kajian medis. Dengan begitu, sambungnya, almarhumah Asnidar yang berstatus PDP saat meninggal, telah dinyatakan negatif Covid-19. “Itu bukan kata saya, tapi kata medis (Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand),” ujarnya.

Asnidar yang meninggal dalam perawatan di IGD RSUD Padang Panjang, baru sekitar 10 hari ini di kampung, setelah pulang dari rumah anaknya di kawasan Bogor.

Alva berharap semua warga Tanjung Barulak, terutama perantau yang pulang, agar tidak sungkan datang ke wali jorong setempat, dan Puskesmas, dan mau isolasi mandiri.

“Virus ini berkembang tak terlihat dan kita waspadai orang yang di daerah terkena wabah karena nagari kita terletak di jalan lintas Sumatra,” tandasnya. (Osh)

Baca Juga

7 Nagari di Tanah Datar Terima Program Padat Karya Kebencanaan dari Kemenaker
7 Nagari di Tanah Datar Terima Program Padat Karya Kebencanaan dari Kemenaker
Pemkab Tanah Datar Sebut Progres Proyek Sabo Dam Sungai Jambu Capai 12 Persen
Pemkab Tanah Datar Sebut Progres Proyek Sabo Dam Sungai Jambu Capai 12 Persen
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kondisi Terkini Korban Selamat Keracunan Asap Genset Saat Listrik Padam di Tanah Datar 
Polisi saat mendatangi lokasi kejadian tiga remaja di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, diduga menjadi korban keracunan asap genset. (Dok. Polisi)
7 Fakta Kematian Tragis Dua Pelajar di Tanah Datar, Diduga Keracunan Asap Genset Saat Mati Listrik Massal
Ilustrasi jenazah. (Dok. Langgam.id)
Petaka Asap Genset di Tanah Datar Saat Mati Listrik Massal, Dua Pelajar Meninggal Beda Sekolah
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar