Langgam.id – Ketua Panti Asuhan Nur Ilahi, Renol Putra, mengungkapkan adanya peningkatan biaya operasional panti setelah dua anak asuh tingkat SMA pindah sekolah ke PGAI Padang. Sebelumnya, kedua anak tersebut menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Furqan.
Renol menjelaskan, saat ini hanya terdapat dua anak asuh tingkat SMA di Panti Asuhan Nur Ilahi dan keduanya sebelumnya bersekolah di Al Furqan.
Namun, setelah pindah ke PGAI Padang, kebutuhan biaya harian mereka mengalami peningkatan, terutama untuk transportasi dan uang jajan.
“Untuk anak SD kami memberikan uang harian Rp10 ribu, sedangkan anak SMP Rp15 ribu. Ketika kedua anak SMA ini masih sekolah di Al Furqan, uang hariannya juga Rp15 ribu. Namun setelah pindah ke PGAI Padang, biaya menjadi lebih besar karena jarak tempuh lebih jauh,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Ia mengatakan, tambahan pengeluaran terjadi karena anak-anak harus menggunakan ojek terlebih dahulu menuju kawasan Siteba sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan angkot ke sekolah.
“Kalau dulu di Al Furqan, anak-anak masih bisa berjalan kaki dari panti ke simpang lalu naik angkot. Sekarang mereka harus naik ojek dulu ke Siteba, baru melanjutkan dengan angkot ke sekolah. Sekarang total biaya yang dibutuhkan Rp26 ribu perorangannya,” katanya.
Selain biaya pendidikan dan transportasi, Panti Asuhan Nur Ilahi juga harus memenuhi kebutuhan makan puluhan anak asuh setiap harinya.
“Pihak panti mengeluarkan biaya sekitar Rp300.000 per hari untuk kebutuhan makan 25 anak asuh dengan tiga kali makan sehari” ungkapnya.
Meski demikian, ia bersyukur kondisi keuangan panti hingga saat ini masih mampu memenuhi seluruh kebutuhan anak-anak asuh.
“Alhamdulillah, sejauh ini kebutuhan anak-anak masih bisa terpenuhi, termasuk kebutuhan pribadi dan biaya lainnya di panti,” tuturnya.






