Langgam.id – Kualitas udara di sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) berada pada kategori tidak sehat pada Rabu (14/10/2026) pagi. Berdasarkan data IQAir, Kota Padang bahkan mencatat indeks kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat.
Data IQAir pukul 08.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) US di Padang mencapai 223. Konsentrasi polutan utama berupa particulate matter 2.5 (PM2.5) tercatat sebesar 148 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Sementara itu, Kota Pariaman dan Bukittinggi sama-sama mencatat AQI US sebesar 157. Berdasarkan data pukul 07.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di kedua daerah tersebut mencapai 64,3 µg/m³.
Kondisi serupa juga terjadi di Kota Payakumbuh. Pada pukul 07.00 WIB, AQI US di daerah tersebut tercatat sebesar 156, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 63,3 µg/m³.
Di Kabupaten Solok, indeks kualitas udara tercatat sebesar 161. Sementara itu, Kota Solok mencatat AQI US sebesar 160. Kedua daerah tersebut juga masuk kategori tidak sehat.
Kabupaten Agam turut mengalami kondisi serupa dengan indeks kualitas udara mencapai 155.
Tingginya indeks kualitas udara tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan masyarakat terhadap paparan polusi udara, terutama partikel halus PM2.5 yang dapat masuk ke saluran pernapasan.
Masyarakat, khususnya kelompok sensitif seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), serta orang dengan gangguan pernapasan, diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.
Penggunaan masker yang sesuai, membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan, serta menutup jendela ketika udara di luar tercemar dapat menjadi langkah untuk mengurangi paparan polusi. (HER)




