Langgam.id – Kualitas udara di Kota Padang kembali memburuk pada Rabu (7/10/2026) pagi. Berdasarkan data IQAir yang diperbarui pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI⁺) US di Kota Padang mencapai 219 atau masuk kategori sangat tidak sehat.
Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 144 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Saat data tersebut diperbarui, suhu udara di Kota Padang tercatat 28 derajat Celsius. Kecepatan angin sekitar 3 kilometer per jam, sementara kelembapan udara mencapai 79 persen.
Kondisi kualitas udara tidak sehat juga terpantau di sejumlah daerah lain di Sumatera Barat.
Di Kota Padang Panjang, pada pukul 07.00 WIB, AQI⁺ US tercatat 169 atau berada dalam kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 mencapai 80,5 µg/m³.
Data kualitas udara Padang Panjang tersebut disediakan melalui model berbasis satelit. Suhu udara tercatat 22 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 5 kilometer per jam dan kelembapan 85 persen.
Kondisi serupa juga terjadi di Kota Bukittinggi. Pada pukul 07.00 WIB, AQI⁺ US tercatat 167 atau masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 mencapai 77,9 µg/m³.
Data kualitas udara Bukittinggi juga disediakan melalui model berbasis satelit. Suhu udara tercatat 22 derajat Celsius, kecepatan angin 5 kilometer per jam dan kelembapan 87 persen.
Sementara itu, di Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, indeks kualitas udara pada pukul 07.00 WIB tercatat 182 atau berada dalam kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 mencapai 100,4 µg/m³.
Dengan kondisi kualitas udara tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Masyarakat juga diimbau mengikuti protokol dan arahan yang disosialisasikan pemerintah daerah, termasuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta membatasi aktivitas di luar ruangan jika kondisi udara memburuk. (HER)





