Padang Rancak Award 2026: 3 Bank Sampah Bersaing Tawarkan Inovasi

Langgam.id — Persaingan menuju gelar bank sampah terbaik dalam Padang Rancak Award 2026 kian mengerucut. Tiga kandidat yang lolos ke tahap akhir penilaian tampil dengan keunggulan masing-masing, menghadirkan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Padang.

Ketiga finalis tersebut adalah Bank Sampah Ampang Saiyo, Bank Sampah Pasie Nan Tigo, dan Bank Sampah Asy Syifa. Tim juri telah melakukan kunjungan lapangan ke masing-masing lokasi pada Sabtu (2/5/2026) untuk menilai langsung kinerja dan dampak yang dihasilkan.

Salah seorang juri, Syaifuddin Islami, menyebutkan bahwa ketiga bank sampah memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari sisi pengelolaan, sumber pendanaan, hingga tingkat partisipasi masyarakat.

“Ketiganya berdiri dalam periode waktu yang berbeda. Yang paling lama beroperasi adalah Bank Sampah Asy Syifa di Gunung Pangilun,” ujarnya, dikutip dari Kominfo, Selasa (5/5/2026).

Bank Sampah Asy Syifa dinilai menonjol karena mampu berkembang secara mandiri tanpa dukungan dana corporate social responsibility (CSR). Kekuatan utamanya terletak pada partisipasi aktif warga dalam sistem penabungan sampah, pengolahan sampah organik melalui komposter, serta daur ulang limbah plastik.

Selain itu, inovasi sosial seperti sedekah sampah dan pengelolaan berbasis dasawisma turut memperkuat keberadaan bank sampah ini di tengah masyarakat. Penyebaran unitnya yang merata di tingkat kelurahan juga menjadi nilai tambah tersendiri.

Di sisi lain, Bank Sampah Pasie Nan Tigo dan Bank Sampah Ampang Saiyo berkembang dengan dukungan dana CSR, khususnya dari perusahaan listrik negara. Meski demikian, keduanya tetap menunjukkan keunggulan dalam aspek tertentu.

Bank Sampah Pasie Nan Tigo, misalnya, fokus pada pengolahan sampah daur ulang menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi. Sistem penabungan sampah di lokasi ini juga dinilai berjalan efektif dan konsisten.

Adapun Bank Sampah Ampang Saiyo, yang merupakan peserta termuda dalam kompetisi ini, memiliki cakupan layanan yang luas di tingkat kelurahan. Dukungan infrastruktur seperti bangunan dan kendaraan operasional turut memperkuat kinerjanya dalam pengelolaan sampah.

Menurut Syaifuddin, proses penilaian saat ini masih berlangsung, dengan mempertimbangkan berbagai aspek mulai dari keberlanjutan program, dampak sosial, hingga inovasi yang dikembangkan masing-masing bank sampah.

Pemenang Padang Rancak Award 2026 dijadwalkan akan diumumkan pada 6 Mei mendatang oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang.

Kompetisi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berkelanjutan di Kota Padang.

Baca Juga

Rancangan APBD Perubahan Kota Padang 2026, Pendapatan Transfer Daerah Naik Signifikan
Rancangan APBD Perubahan Kota Padang 2026, Pendapatan Transfer Daerah Naik Signifikan
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022, BI Sumbar Bawa Rp 5,9 Miliar ke Mentawai
Rancangan APBD Perubahan 2026, Pemko Padang Targetkan PAD Rp1,03 Triliun
Rancangan KUA-PPAS APBD Kota Padang 2026, Belanja Daerah Naik Jadi Rp3,20 Triliun
Rancangan KUA-PPAS APBD Kota Padang 2026, Belanja Daerah Naik Jadi Rp3,20 Triliun
Pemko Padang Anggarkan Rp40 Miliar Benahi Fasilitas Umum Revitalisasi Pasar Raya
Pemko Padang Anggarkan Rp40 Miliar Benahi Fasilitas Umum Revitalisasi Pasar Raya
Wawako Padang Tutup Jambore KSB 2026, Tekankan Penguatan Kesiapsiagaan Bencana
Wawako Padang Tutup Jambore KSB 2026, Tekankan Penguatan Kesiapsiagaan Bencana
Minat Kuliah dengan Beasiswa Pemko Padang di Politeknik Kirana? Ini Syaratnya
Minat Kuliah dengan Beasiswa Pemko Padang di Politeknik Kirana? Ini Syaratnya