Padang Panjang Tertinggi Capaian Vaksinasi, Terendah di Agam, Pasbar dan Pessel

Langgam.id-vaksinasi siswa SMP

Ilustrasi vaksinasi. [foto: canva.com]

Langgam.id – Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar, saat ini progres vaksinasi tahap pertama mencapai 19,60 persen atau 868.392 orang. Sementara vaksinasi tahap kedua mencapai 9,95 persen atau 463.325 orang.

Daerah yang termasuk tinggi capaian vaksinasinya tahap pertama diantaranya Padang Panjang yaitu 51,63 persen. Kemudian diikuti Bukittinggi 46,38 persen dan Dharmasraya 36,57 persen.

Sementara daerah paling rendah vaksinasinya adalah Agam sebanyak 7,99 persen. Terendah kedua, Pasaman Barat 8,38 dan di atasnya ada Pesisir Selatan dengan capaian 10,64 persen.

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, akan mengusahakan agar vaksinasi agar lebih baik di semua daerah. Sehingga semuanya sama-sama baik dalam capaian vaksinasi.

Mahyeldi menjelaskan, percepatan vaksinasi di semua daerah dilakukan untuk mencapai target vaksinasi sebanyak 4,4 juta orang di Sumbar.

“Apalagi sekarang umroh sudah dibuka, tentu salah satunya agar bisa adalah vaksinasi mesti dipenuhi,” katanya.

Ia menjelaskan, vaksin harus terus diupayakan karena ini cara membentuk herd immunity mencegah penyebaran covid-19.

Baca juga: Dinkes Sumbar Targetkan 414.582 Stok Vaksin Habis September Ini

Mahyeldi menambahkan, vaksinasi di daerah, ada yang langsung kabupaten kota meminta kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ada juga yang dari provinsi lalu didistribusikan kepada daerah-daerah.

“Kita terus melakukan evaluasi, bagi daerah yang bagus penanganannya seperti Bukittinggi dan Dharmasraya, kemudian saya ceritakan ke daerah lain, saya bagi ke daerah lain. Mudah-mudahan ke depan semuanya lebih baik,” katanya di Padang, Senin (20/9/2021).

Tegakkan Perda AKB

Selain itu, ia juga mengingatkan agar bupati wali kota agar menegakkan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam pencegahan penyebaran covid-19.

“Mudah-mudahan vaksinasi berjalan maksimal, dan meningkatkan imun masyarakat dengan makanan yang baik tentunya,” katanya.

Sebelumnya, saat ini stok vaksin yang tersisa di Sumbar per 18 September 2021 yaitu sebanyak 414.582 dosis.

Hal ini berdasarkan data kondisi pandemi dan perkembangan vaksin di Sumbar minggu ke-37 tahun 2021. Data ini dikeluarkan Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar Arry Yuswandi mengatakan, jumlah stok 414.582 dosis vaksin itu sudah berada di puskesmas di kabupaten kota.

Ia menambahkan, vaksin itu sudah didistribusikan ke berbagai daerah dan bukan disimpan di Pemprov Sumbar. Menurutnya, jumlah 414.582 dosis vaksin ini ditargetkan bisa habis disuntikkan dalam September ini.

“Percepatannya kita lakukan dengan membuat gebyar vaksinasi, gebyar vaksinasi bagi pelajar. Seperti hari ini dilakukan di SMP di Sijunjung, kemudian  juga di SMAN 1 Padang. Jadi itu upaya kita segera menghabiskan vaksin,” katanya Senin (20/9/2021).

 

Baca Juga

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbar, Arry Yuswandi. (Foto: Biro Adpim Pemprov Sumbar)
Sekda Sumbar Ungkap Status Eks Kepala Biro PBJ, Jadi Pegawai Biasa Usai Viral Dugaan Asusila
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbar, Arry Yuswandi. (Foto: Ghaffar Ramdi/ Langgam.id)
Hasil Pemeriksaan ASN Pemprov Sumbar Terduga Asusila Rampung Pekan Depan, Ini Kata Sekda
Pemprov Sumbar Ingatkan Masyarakat Waspadai Potensi Hujan Lebat 3 Hari ke Depan
Pemprov Sumbar Ingatkan Masyarakat Waspadai Potensi Hujan Lebat 3 Hari ke Depan
Pemprov Sumbar Lacak Keberadaan-Kondisi 988 Kendaraan Dinas yang Menunggak Pajak
Pemprov Sumbar Lacak Keberadaan-Kondisi 988 Kendaraan Dinas yang Menunggak Pajak
Pemprov Sumbar Soal ASN Asusila Ambil Cuti: Menenangkan Diri
Pemprov Sumbar Soal ASN Asusila Ambil Cuti: Menenangkan Diri
Ketua PKK Rayakan Hari Jadi Sumbar Bersama Penghuni Panti Jompo
Ketua PKK Rayakan Hari Jadi Sumbar Bersama Penghuni Panti Jompo