Oknum Polisi yang Keroyok Sopir Truk di Situjuah Limapuluh Kota Jadi Tersangka

Berita 50 Kota – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Oknum polisi yang keroyok sopir truk itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

Tangkapan layar video viral polisi keroyok sopir truk di Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuh Lima Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota.

Berita 50 Kota – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Oknum polisi yang keroyok sopir truk itu telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk rekannya.

Langgam.id – Dua pelaku pengeroyokan terhadap sopir truk di Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat (Sumbar) ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan. Satu dari dua pelaku itu merupakan anggota Polres Payakumbuh yang bertugas di Polsek Situjuah Lima Nagari.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Alex Prawira mengatakan, selain telah ditetapkan sebagai tersangka, kedua pengeroyok sopir truk, termasuk oknum polisi itu juga sudah ditahan

“Pidananya jalan, dan kedua tersangka sudah kami tahan,” ujar Alex kepada Langgam.id, Kamis (17/2/2022).

Sementara itu, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa Putra mengatakan, bahwa kasus pengeroyokan yang melibatkan anggota polisi itu akan ditangani dengan serius.

“Walaupun itu ada anggota Polri yang melakukan penganiayaan kepada orang lain, tetap dihukum,” tegas Teddy.

Bahkan, Teddy juga telah menginstruksikan jajarannya untuk menegakkan hukum tanpa tebang pilih. “Jadi, saya tidak ada toleransi. Siapapun yang melanggar ketentuan hukum, ya ada sanksinya,” ucapnya.

Diketahui, kasus pengeroyokan terhaap seorang sopir truk mencuat setelah videonya viral di media sosial. Dalam video itu, terlihat kendaraan minibus warna hitam berhenti di depan truk yang dikendarai korban. Posisi mereka saat itu berada di tengah jalan.

Kemudian, dari mobil minibus, turun dua orang yang terdiri dari satu warga sipil dan satu orang lagi merupakan oknum polisi, mereka langsung menghampiri sopir truk di kemudi.

Lalu, pria berbaju hitam langsung melayangkan pukulan saat korban berada di kemudi. Sementara, pria yang mengenakan baju kemeja putih biru yang merupakan oknum polisi juga terlihat mengacungkan tangannya ke arah sopir truk yang masih berada di kemudi.

Setelah itu, pria yang mengenakan baju kemeja putih biru mencoba menarik sopir truk, pria berbaju hitam langsung membuka pintu truk tersebut.

Sopir truk itu ditarik paksa keluar, pundak dan kedua tangan dipegang. Pria berbaju hitam itu kembali memukul sopir truk sebanyak empat kali, hingga sopir truk itu jatuh, sambil dipegang pria oleh pria baju putih biru.

Baca juga: Kapolda Sumbar Pastikan Proses Dugaan Polisi Ikut Pukul Sopir Truk di Limapuluh Kota

Di akhir video yang beredar, terlihat warga melerai pengeroyokan terhadap sopir truk itu.

Dapatkan update berita 50 Kota – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Tersangka penganiayaan anak berusia tiga tahun saat diamankan polisi. (Foto: Polres Solok)
Kronologi Balita 3 Tahun Luka-luka Dianiaya Ayah Tiri, Dalih Santet hingga Dibawa ke Solok
Petani berajalan di antara lahan sawah yang masih tertimbun material sisa banjir bandang di Kabupaten Solok, Rabu (7/4/2026). Abdul Latif
Perbaikan Sawah Pascabencana Lambat: Ekonomi Petani Terhimpit, Musim Panen Terancam
Wakop di Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar
Viral Warkop di Zona Terlarang Lembah Anai, Walhi Sumbar Sebut Pelanggaran
Oktavinus Warga Nagari Manggu Tana mengumpulkan pasir yang menimbun sawah usai diterjang banjir bandan, Senin 30 Maret 2026. Abdul Latif
Saat Petani Solok Bertahan Hidup dari Sisa Bencana
Sejumlah warga menyeberangi sungai Batang Anai mengunakan rakit. (Foto: Camat 2x11 Kayu Tanam)
Jembatan Darurat Rusak Lagi, Putus Akses 3 Nagari di Padang Pariaman hingga Menyeberang Pakai Rakit
Berita Pessel - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Seorang tukang ojek ditangkap diduga melakukan pencabulan anak di bawah umur
Paman di Tanah Datar Cabuli dan Perkosa Keponakan: Tangan Diikat, Mulut Dibekap