Musim Hujan, Dinkes Kota Payakumbuh Imbau Warga Waspadai DBD

Dinkes Kota Payakumbuh

Bakhrizal, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh (Foto: Humas Pemko Payakumbuh)

Langgam.id - Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh, Sumatra Barat (Sumbar) mengimbau seluruh warga di daerah itu untuk mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) karena musim hujan sudah mulai datang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr Bakhrizal menyebutkan, saat musim hujan ini, DBD perlu diwaspadai, apalagi kasus Covid-19 juga belum selesai.

"Akan dobel pekerjaan kita di lapangan nanti, baik Covid-19 atau DBD, keduanya sama-sama bisa merengut nyawa serta sama-sama bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak kecil hingga orang tua," ujarnya dikutip dari website berita.payakumbuh.go.id, Kamis (23/7/2020).

Untuk itu, kata Bakhrizal, perlu dilakukan upaya pencegahan agar tidak ada warga yang terinfeksi DBD. "Musim hujan, itu waktunya nyamuk berkembang biak, ini yang perlu kita waspadai," ungkapnya.

Berikut 4M+ sebagai salah satu upaya mencegah agar tak terinfeksi DBD menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Bakhrizal;

1. Menguras

Sebaiknya menguras dan membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, vas bunga, kolam, dan lainnya. Usahakan membersihkan tempat-tempat tersebut minimal satu kali seminggu.

“Asal tahu saja, nyamuk aedes aegypti menyukai genangan air bersih. Mereka akan bertelur di tempat tersebut.” paparnya.

2. Menutup

Selanjutnya, tutup rapat-rapat semua tempat penampungan air seperti gentong air dan lainnya. Opsi lainnya, bisa memposisikan ember terbalik agar tidak ada genangan air di dalamnya.

3. Mendaur ulang atau mengubur barang bekas.

Warga bisa memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas seperti kaleng dan botol bekas. Bisa memanfaatkan barang bekas tersebut sebagai pot bunga atau lainnya. Selain mengurangi tempat-tempat yang berpotensi menjadi wadah air, daur ulang tersebut bisa mengurangi jumlah sampah plastik. Opsi lainnya, warga bisa mengubur barang bekas yang tidak bisa didaur ulang. Pastikan mengubur barang-barang tidak terpakai tersebut cukup dalam.

4. Memantau

Langkah selanjutnya, wajib memantau jentik-jentik nyamuk pembawa penyakit demam berdarah ini. Bila menemukan sarang nyamuk aedes aegypti segera bersihkan. Selain itu, sebaiknya menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air. Warga juga bisa menggunakan obat anti nyamuk untuk mengusir nyamuk yang datang.

Selain itu, jelas Bakhrizal, sebaiknya membuka jendela dan pintu rumah agar sirkulasi udara tetap baik. Bila perlu pasang kelambu di tempat tidur. Kelambu tersebut bisa mencegah nyamuk menggigit kita ketika tidur di siang atau malam hari.

“Yang tidak kalah penting, kita harus menjaga kebersihan badan dengan mandi teratur, jangan lupa terus waspada,” katanya. (*/ZE)

Baca Juga

Team Miminku dan Rudi Maulana
Agensi Digital Marketing Miminku.id Pertama di Sumatera, Inovasi Pemberdayaan Perempuan Asal Payakumbuh
Kasus DBD Padang di awal 2024 ini mengalami penurunan dibandingkan 2023 lalu. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, total kasus DBD di Padang
Kasus DBD di Padang Turun, Dinkes Tetap Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan
Kepala Kantor Kemenag Kota Payakumbuh, Joben mengatakan, pada Idul Adha 1444 H ini, ada total 1.564 ekor hewan kurban yang akan disembelih
Pemko Payakumbuh Gelar Salat Idulfitri 1445 H di Halaman Balai Kota
Ketua DPRD Sumbar Supardi mengajak masyarakat untuk menghindari berbagai jenis sogokan dalam pemilihan calon kepala daerah. Menurutnya Kota
Ketua DPRD Sumbar Ajak Warga Payakumbuh Bijak dalam Menentukan Sikap dalam Pilkada
Belatung Menggeliat pada Tumpukan Sampah di Padang Kaduduk Payakumbuh
Belatung Menggeliat pada Tumpukan Sampah di Padang Kaduduk Payakumbuh
Jalan Payakumbuh menuju Pekanbaru menuju Pangkalan ditutup pada Selasa Penutupan ini dilakukan karena ada bencana longsor dan banjir.
Jalan Payakumbuh ke Pekanbaru Menuju Pangkalan Ditutup, Arus Lalin Dialihkan via Lintau