Menkes Minta Percepat Vaksinasi Covid-19, Begini Strategi Pemprov Sumbar

kasus covid-19 padang, vaksin moderna sumbar, vaksin booster, capaian vaksinasi padang, menkes vaksinasi sumbar, vaksin booster 2022

Salah seorang peserta vaksinasi covid-19 di Hall HTT, Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, kemarin, mendapat suntikan vaksin di lengan. Foto: Yose Hendra

Langgam.id-Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menyebut Sumatra Barat (Sumbar) termasuk tiga daerah dengan capaian vaksinasi covid-19 paling rendah di Indonesia. Ia meminta percepatan vaksinasi dilakukan oleh pemerintah daerah.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar Ary Yuswandi mengatakan sebenarnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) sejak dulu sudah melakukan berbagai upaya percepatan vaksinasi.

Menurutnya, yang diminta Menkes agar pemerintah daerah berinovasi dalam menarik masyarakat ikut vaksinasi

Sampai saat ini vaksinasi di Sumbar sudah mencapai 26 persen. Selain itu, kabupaten kota diminta juga lebih proaktif percepatan vaksinasi dengan berbagai usaha menarik masyarakat.

“Pak Menkes mengharapkan ada pendekatan khusus agar masyarakat Sumbar mau divaksin. Berbagai pendekatan dicari apa upaya yang paling cocok supaya orang mau divaksin,” katanya, Kamis (14/10/2021).

Dia menyebut upaya yang dilakukan yaitu dengan terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar memahami pentingnya vaksinasi. Kemudian mencari kiat-kiat khusus bagaimana orang bisa datang disuntik vaksin.

Dia mencontohkan ada sejumlah daerah yang melakukan vaksinasi dengan membagikan sembako. Dengan pengalaman itu, tentu Sumbar juga bisa meniru atau mencari upaya lain yang dinilai bisa menarik orang untuk divaksin.

“Kita menyesuaikan, kalau soal membagikan sembako tergantung pembiayaan juga, mungkin masyarakat butuh itu atau butuh yang lain,” katanya.

Baca juga: Baru 25 Persen, Menkes Soroti Rendahnya Vaksinasi Covid-19 di Sumbar

Soal sembako itu bisa saja dilakukan, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah masing-masing. Bisa juga ada bantuan CSR dari swasta, dan hal ini terus diusahakan.

Selain itu, ada juga usaha lain. Ia mencontohkan di Padang Pariaman ada guru gur tarikat yang berpengaruh, maka diajak dan nanti diikuti oleh masyarakat lainnya. Namun hal itu tidak mudah karena butuh pendekatan.

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut Sumbar adalah satu dari tiga daerah dengan capaian vaksinasi covid-19 paling rendah di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 10 Oktober 2021, dari total 4.408.509 sasaran vaksinasi di Sumbar, baru 1.114.877 orang atau 25.29 persen yang disuntik vaksin dosis pertama. Sedangkan yang sudah mendapatkan dosis lengkap baru 568.327 orang atau 12.89 persen.

”Kalau saya lihat, di Sumbar target yang divaksinasi ada 4,4 juta yang sudah divaksinasi dosis pertama 1,1 juta, dosis kedua sekitar 560 ribu. Jadi saya minta tolong semua diajak untuk divaksinasi, ini bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga orang lain,” kata Budi dalam keterangannya, dikutip Kamis (14/10/2021).

Baca Juga

Keluarga Bayi Meninggal Bakal Polisikan RSUP M Djamil Padang dan Petugas Terlibat, Berharap Sanksi Pidana hingga Perdata
Keluarga Bayi Meninggal Bakal Polisikan RSUP M Djamil Padang dan Petugas Terlibat, Berharap Sanksi Pidana hingga Perdata
Dirut RSUP M Djamil Padang Janji Transparan Soal Kasus Balita Meninggal, Sebut Tim Sedang Bekerja
Dirut RSUP M Djamil Padang Janji Transparan Soal Kasus Balita Meninggal, Sebut Tim Sedang Bekerja
RSUP M Djamil Padang
Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang: Hasil Audit hanya Dilaporkan ke Kemenkes, Tak Diumumkan
Rano Karno "Si Doel" Terharu Pulang Kampung ke Bonjol Pasaman, Bakal Bangun Rumah di Tanah Leluhur
Rano Karno “Si Doel” Terharu Pulang Kampung ke Bonjol Pasaman, Bakal Bangun Rumah di Tanah Leluhur
Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
Kasus Puluhan Anak Diduga Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Dinkes Tunggu Hasil Labor
Kasus Puluhan Anak Diduga Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Dinkes Tunggu Hasil Labor