Mengintip Upaya SURI Membumikan Naskah Kuno di Sumbar Jadi Motif Kain

Mengintip Upaya SURI Membumikan Naskah Kuno di Sumbar Jadi Motif Kain

Seminar nasional yang digelar Lembaga Surau Intellectual for Conservation (SURI) di Unand. [Foto: Dok. SURI]

Langgam.id - Puluhan naskah beriluminasi (ragam hias) di Minangkabau belum banyak digali dan dikembangkan. Padahal, manuskrip itu berpotensi besar bagi pengembangan industri kreatif, terutama dalam pengayaan desain motif kain.

Berlatar pemikiran itu, Lembaga Surau Intellectual for Conservation (SURI) menggelar sederet kegiatan dengan tema iluminasi manuskrip menjadi motif kain khas Minangkabau. Kegiatan diadakan di Kampus Unand Limau Manis, Senin (3/10/2022).

Ada tiga kegiatan besar yang diadakan yakni, seminar, loka karya dan pameran. Ketiganya bagian dari program Fasilitasi Bidang Kebudayaan Kemendikbudristek tahun 2022.

Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumbar Unri mengatakan, setelah UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan lahir, negara harus hadir di tengah masyarakat dalam memajukan kebudayaan. Salah satu caranya, melalui fasilitasi bidang kebudayaan.

"Undang-undang ini telah menempatkan naskah kuno (manuskrip,red) pada urutan kedua dari sepuluh objek pemajuan kebudayaan yang telah ditetapkan.

Penempatan naskah kuno pada urutan kedua sebagai objek pemajuan kebudayaan dalam undang-undang dinilai sangat tepat. Sebab, lanjutnya, potensi khazanah dalam naskah kuno mengandung keragaman isi.

Selain keragaman isi, terdapat iluminasi dari naskah-naskah yang tersebar di wilayah Sumatera Barat. Ditemukan puluhan naskah yang di dalamnya terdapat iluminasi dengan ragam hias yang beragam dan indah.

Sebagai peninggalan budaya tertulis, naskah di Indonesia khususnya di Sumbar, merupakan produk kebudayaan yang belum banyak digali dan dikembangkan. Padahal, naskah-naskah kuno merupakan salah satu objek penting.

Melalui program fasilitasi Kemendikbudristek, SURI merancang program “Semiloka dan Pameran Pemanfaatan Iluminasi Manuskrip Menjadi Motif Kain Khas Minangkabau” itu.

Tujuannya, dalam rangka membumikan kerja intelektual menjadi bermanfaat dan berdampak langsung terhadap masyarakat. Bahkan SURI telah berupaya mengembangkan naskah kuno menjadi industri kreatif.

Seperti pengabdian di Surau Simaung dan Calau Sijunjung, Pariangan, dan Pesisir Selatan.

Semiloka sekarang, menyasar langsung pada pelaku industri kreatif dan kelompok, serta individu yang berpotensi untuk pengembangan iluminasi manuskrip Minangkabau yang ada.

Diakui, semiloka baru mengkover sedikit khazanah iluminasi manuskrip Minangkabau yang ada. Diharapkan dapat tergalinya potensi lain sehingga bermanfaat bagi pengembangan industri kreatif, terutama dalam pengayaan desain motif kain.

Baca Juga: Naskah Kuno, Inspirasi Motif Baru Batik Tulis Salingka Tabek

Selain itu, kegiatan ini secara tidak langsung juga mendukung program Kemendikbudristek tentang kesejahteraan perempuan.

---

Dapatkan update berita terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tag:

Baca Juga

Padang Digitalisasi Manuskrip Undang-undang Era Kolonial Belanda
Padang Digitalisasi Manuskrip Undang-undang Era Kolonial Belanda
Program Danaindonesiana Luncurkan Katalog Desain Batik Naskah Kuno
Program Danaindonesiana Luncurkan Katalog Desain Batik Naskah Kuno
Komunitas Suluah Nyalakan Literasi Manuskrip
Komunitas Suluah Nyalakan Literasi Manuskrip
Mengemas Memori Masa Lampau, Dreamsea Digitalisasi 20.914 Halaman Manuskrip Koleksi Surau Simaung di Sijunjung
Mengemas Memori Masa Lampau, Dreamsea Digitalisasi 20.914 Halaman Manuskrip Koleksi Surau Simaung di Sijunjung
Sebanyak 34 desa wisata Sumbar masuk dalam 500 besar ADWI 2024 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
34 Desa Wisata di Sumbar Masuk 500 Besar ADWI 2024, Apa Saja?
Pameran Foto Kadir van Lohuizen 'Rising Tide' di Erasmus Huis Soroti Krisis Iklim
Pameran Foto Kadir van Lohuizen 'Rising Tide' di Erasmus Huis Soroti Krisis Iklim