Mengenal "Tingkuluak Balenggek", Penutup Kepala Bangsawan Lintau yang Dipakai Aurel

prewedding atta aurel, lintau aurel

Foto prewedding Aurel Hermansyah mengenakan pakaian adat Minang (instagram @aurelie.hermansyah)

Langgam.id - Pasangan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah beberapa waktu lalu baru saja melangsungkan sesi foto prewedding. Dalam sesi foto itu, mereka tampak serasi mengenakan pakaian adat Lintau, Tanah Datar.

Dengan pakaian bernuansa hijau, Aurel tampak mengenakan "tingkuluak balenggek" dan selendang tenun yang dipakai menyamping. Sedangkan Atta tampak mengenakan "roki" (baju pengantin laki-laki) bernuansa hijau. Dipadukan dengan "saluak" berwarna merah.

Sosiolog dan budayawan Sativa Sutan Aswar mengatakan, "tingkuluak balenggek" memang merupakan salah satu ciri khas pakaian adat Lintau, Tanah Datar. Namun, berdasarkan aturan adat, "tingkuluak balenggek" hanya bisa digunakan oleh orang yang ditinggikan di adat.

"Biasanya yang pakai itu bangsawat adat, yang statusnya lebih tinggi. Kalau rakyat biasa tidak "balenggek", hanya satu saja," kata perempuan yang akrab disapa Atice ini saat dihubungi Langgam.id, Senin (22/3/2021).

"Aurel pakai tingkuluak balenggek memang benar itu dari Lintau, tapi dalam aturan sebenarnya itu hanya bisa digunakan oleh bangsawan. Untuk pemakaian selendang juga harusnya disilang, bukan satu saja," ujarnya.

Atice menyebut, pemakaian "tingkuluak" memang menjadi ciri khas masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan, tak terkecuali Tanah Datar. Hanya saja penamaannya di tiap daerah tentu berbeda.

Baca juga: Menengok Pakaian Adat Lintau di Prewedding Atta dan Aurel

Sedangkan untuk daerah pesisir seperti Kota Padang, Pasaman, dan Pariaman, wanita biasanya menggunakan "suntiang".

"Ini yang orang sekarang sering salah, tidak paham. Semuanya dilanggar sekarang," tuturnya.

Sementara itu, menurut Atice, pakaian yang dikenakan Atta berasal dari adat Padang (pesisir) bukan daerah Lintau.

"Kalau yang adat Lintau asli, yang perempuannya pakai tingkuluak balenggek, yang laki-laki harusnya pakai baju datuak yang warna hitam. Kalau yang Atta pakai itu pakaian adat Padang (pesisir)," jelas Atice.

Menurutnya, masyarakat harus lebih paham dan taat dengan adat agar tidak ada aturan-aturan yang diubah-ubah.

"Makanya saya melihat sekarang ini, masyarakat Sumbar itu banyak yang melanggar adat. Adat nggak dipake, agama juga nggak dipake, jadinya kita sekarang nggak ada pegangan," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Atta dan Aurel kompak membagikan momen foto prewedding mereka di instagram masing-masing. Sesi foto dilakukan di rumah Atta.

Aurel tampak anggun menggunakan riasan bold dipadukan dengan lipstik bewarna maroon. Pakaian dengan nuansa hijau ditambah selendang tenun bewarna merah menambah kesan mewah. “Cakep ya, mewah,” kata Aurel dalam salah satu vlog Atta yang tayang di channel Youtubenya, Sabtu (20/3/2021).

Sementara itu, Atta tampak takjub dengan pakaian yang dikenakan Aurel. Ia sebagai salah seorang berketurunan Minang, bangga bisa memperkenalkan budayanya pada calon istrinya tersebut.

“Wah keren banget kamu. Kami sebagai anak Minang bangga,” ujar Atta.(*/Ela)

Baca Juga

Bupati Tanah Datar, Eka Putra membuka event Sumarak Labuah Babudayo yang digelar di Nagari Labuah, Kecamatan Lima Kaum, Jumat (12/4/2024).
Sumarak Labuah Babudayo Jadi Pembuka Progul Satu Nagari Satu Event Tanah Datar 2024
Jalan Tanjung Barulak-Tapi Selo via Bukit Martobak Putus
Jalan Tanjung Barulak-Tapi Selo via Bukit Martobak Putus
30 Titik Bencana di Kabupaten Tanah Datar, Bupati Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari
30 Titik Bencana di Kabupaten Tanah Datar, Bupati Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari
Bupati Tanah Datar, Eka Putra meninjau lokasi banjir lahar dingin di Batang Lona Lima Kaum pada Jumat (5/3/2024). Pada kesempatan itu, Eka
Banjir Lahar Dingin Rendam Sawah Warga di Tanah Datar
Dua Ruas Jalan di Salimpaung Diperbaiki dengan Anggaran Rp 12,4 Miliar
Dua Ruas Jalan di Salimpaung Diperbaiki dengan Anggaran Rp 12,4 Miliar
Gempa M 4,4 di Batusangkar Akibat Aktivitas Sesar Sumatra Segmen Sumani
Gempa M 4,4 di Batusangkar Akibat Aktivitas Sesar Sumatra Segmen Sumani