Mengenal Kampung Belanda Garut, Spot Wisata Ikonik di Jawa Barat

Mengenal Kampung Belanda Garut, Spot Wisata Ikonik di Jawa Barat

Warga dan kebun di Kampung Belanda Garut. [Foto: Harapan Rakyat]

Langgam.id – Pecinta traveling layak mengenal spot wisata ikonik di Jawa Barat ini. Namanya Kampung Belanda Garut, terdapat saluran air raksasa dan kambing bule di sana.

Pernahkah mengunjungi Kampung Belanda Garut? Jika belum, pastikan pecinta traveling mengagendakan liburan saat akhir pekan ataupun musim liburan tiba. Ada banyak hal menarik yang bisa ditemukan di tempat wisata itu.

Kampung Belanda Garut terkenal dengan sebutan Kampung Amsterdam. Dikutip dari harapanrakyat.com, sesuai dengan namanya, tempat wisata ini memungkinkan pengunjung bertemu penduduk setempat yang wajahnya blasteran. Penduduk setempat juga ramah dan sopan kepada wisatawan yang datang.

Menjelajahi wisata Garut ini, pengunjung bisa menemukan beragam spot unik. Salah satunya saluran air berukuran raksasa. Saluran tersebut mempunyai panjang 300 meter dengan fungsi untuk mengairi lahan perkebunan di sekitarnya dan memasok kebutuhan air warga.

Selain menyajikan saluran air raksasa yang unik, tempat wisata itu juga menawarkan view alam mempesona dan menyejukkan mata. Hawa udara di sekitarnya segar khas pegunungan.

Semakin menarik untuk dikunjungi karena di Kampung Belanda itu terdapat area peternakan kambing. Penduduk setempat menyebut ternak tersebut sebagai kambing bule. Hal ini menambah keunikan dan daya tarik Kampung Belanda sehingga sayang apabila melewatkan begitu saja.

Sebagai salah satu tempat wisata ikonik yang ada di Garut, Kampung Belanda memiliki fasilitas lengkap dan memadai. Salah satunya, fasilitas beristirahat berupa homestay. Homestay yang disediakan sangat beragam. Beberapa diantaranya ada saung pohon dan saung berdesain perahu Titanic.

Untuk menemukan tempat istirahat ini juga termasuk mudah. Hal ini karena kawasannya berada dalam area perkebunan teh Dayeuh Manggung. Karena lokasinya berada satu kawasan dengan perkebunan, jelas menambah kekhasan tersendiri. Pengunjung pun bisa beristirahat secara tenang dan nyaman.

Lokasi wisata itu ada di kaki Gunung Cikuray, Kecamatan Cilawu. Apabila menempuh perjalanan dari pusat Kota Garut, maka hanya perlu melakukan perjalanan sekitar 19 km untuk bisa sampai kekawasan wisata itu.

Lokasi Kampung Belanda terbilang strategis sehingga tidak perlu bingung ataupun khawatir ketika ingin menyambanginya. Menariknya lagi, kawasan wisata Kampung Belanda memiliki area parkir yang luas sehingga bisa memanfaatkannya secara optimal.

Segi keamanan juga terjaga dengan baik sehingga tidak perlu cemas apabila harus memarkirkan kendaraan dalam waktu lama. Bagi pengunjung yang tertarik untuk mengunjungi desa wisata, pastikan datang ke Kampung Amsterdam ini.

Baca Juga: Kembangkan Surau dan Sasaran Sebagai Subjek Wisata, Film “Ke Surau, Aku Kembali” Mulai Diproduksi

Dari review di atas, bisa lebih mengenal tempat wisata itu. Mulai dari fasilitas, lokasi, hal menarik, dan beragam informasi lainnya. Jangan ragu mengajak keluarga, sahabat, maupun pasangan untuk berkunjung ke Kampung Belanda di Kabupaten Garut Jawa Barat.

Tag:

Baca Juga

Dinas Peternakan Sumbar Pastikan Kelancaran Pasokan Sapi Kurban hingga Kepulauan Mentawai
Dinas Peternakan Sumbar Pastikan Kelancaran Pasokan Sapi Kurban hingga Kepulauan Mentawai
Semen Padang FC degradasi ke Liga 2 pada musim depan.
Semen Padang FC Degradasi, Statistik Buruk Gonta-Ganti Pelatih
Wakop di Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar
Viral Warkop di Zona Terlarang Lembah Anai, Walhi Sumbar Sebut Pelanggaran
Sapi kurban dari Presiden Prabowo untuk Kota Padang pada Idul Adha 1446 H akan disembelih pada Sabtu (7/6/2025) pagi di Masjid Raudhatul
20 Sapi Kurban Presiden untuk Sumbar di Idul Adha 2026: Tiap Daerah Satu Ekor, Target Berat 1 Ton
400 Atlet Pasaman Jalani Pemanasan Awal Jelang Porprov Sumbar 2026
400 Atlet Pasaman Jalani Pemanasan Awal Jelang Porprov Sumbar 2026
Oktavinus Warga Nagari Manggu Tana mengumpulkan pasir yang menimbun sawah usai diterjang banjir bandan, Senin 30 Maret 2026. Abdul Latif
Saat Petani Solok Bertahan Hidup dari Sisa Bencana