Mengangkat Nagari Kapau Menjadi Desa Wisata

mak-itam-kereta-wisata-atau-kereta-nostalgia?

Andrinof A. Chaniago (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI 2014 - 2015)

Sabtu, 8 Agustus 2026, saya menemukan satu lagi desa yang hanya perlu sidikit sentuhan untuk mengubahnya menjadi desa wisata. Namanya Nagari Kapau yang terletak di pinggiran Kota Bukittinggi.

Di wilayah adat Minangkabau yang berhimpitan dengan wilayah provinsi Sumatera Barat terdapat sebanyak … nagari yang tiap nagari dipimpin oleh seorang wali nagari dan didampingi oleh LKAN dan Badan Musyawarah Nagari. Nagari di sini hampir sama, walau tidak persis, dengan wilayah pemerintahan setingkat desa kalau di Jawa dan sebagian besar wilayah di nusantara. Seperti juga di sebagian wilayah nusantara, nagari dilengkapi oleh lembaga adat untuk menjalankan norma-norma sosial yang telah dianut turun-temurun oleh masyarakatnya.

Nagari Kapau adalah salah satu wilayah setingkat desa tadi. Alamnya hijau karena sebagian besar permukaan lahan berfungsi sebagai lahan sawah, kebun sayur diselingi petak-petak kecil kolam ikan air tawar milik masyarakat. Jika kita menghadap ke arah utara, di sudut kiri pandangan mata terpampang kokoh Gunung Singgalang dan di sudut mata kanan terpampang juga dengan kokoh Gunung Marapi. Dengan alam seperti ini sudah bisa dipastikan udara yang berhembus membawa hawa sejuk.

Jika di kota anda, apakah kota kecil atau kota besar, anda sering menemukan rumah makan Padang dengan tambahan embel-embel sebutan “Nasi Kapau”, maka menu khas yang disediakan rumah makan tersebut memang berhubungan dengan nagari ini. Menu khas tersebut adalah gulai sayur nangka dengan campuran kol dan rebung dengan cita rasa rempah, masakan santan kelapa dan pedas yang khas. Gulai sayuran khas ini dihidangkan untuk mendampingi makanan lauk-pauk pilihan dengan rasa gurih, pedas dan asin-asin tipis mulai dari rendang, beberapa macam dendeng, ayam goreng, ayam gulai, belut goreng dan lain-lain. Maka, jika ke warung nasi Kapau datanglah dengan perut kosong supaya nikmat makan anda sempurna.

Di beberapa kota besar di Indonesia nasi Kapau yang masakannya bermutu bisa ditemukan. Di pasar kuliner tradisional di Kramat, Senen, Jakarta Pusat, beberapa diantara warung nasi Kapau menyediakan juga jajanan kue tradisional Minangkabau, seperti lemang, bubur kampiun, lupis dan lain-lain. Pada bulan Ramadhan jenis kue tradisional yang mereka jual biasanya lebih lengkap lagi.

Tetapi di nagari Kapau tempat asal nasi Kapau ini rasanya ada potensi bagus yang masih diabaikan. Sementara nilai ekonomi potensi tersebut sangat besar dalam bentuk membuka lapangan usaha, lapangan kerja dan peningkatan pendapatan rumah tangga masyarakat yang berdiam di dalam nagari. Untuk lapangan usaha sendiri, peluang yang terbuka tentu tidak hanya penjualan makanan, tetapi sektor-sektor yang masuk ke dalam mata rantai pariwisata.

Penggeraknya tentu usaha warung-warung Nasi Kapau di tanah asal nasi Kapau ini sendiri.
Lokasi Nagari Kapau sangat mudah diakses. Jalan masuk ke nagari ini bisa dari arah Selatan atau dari arah Timur pinggiran Kota Bukittinggi. Walaupun lebar jalan relatif kecil, kendaraan roda empat masih berpapasan dengan melambatkan kecepatan laju kendaraan.

Begitu memasuki Nagari Kapau di kiri-kanan akan tampak warung-warung makan yang menawarkan menu khas asli Nagari Kapau tadi. Namun, hanya satu-dua warung-warung itu didirikan dengan bangunan yang agak modern. Selebihnya tampilan luar maupun di dalamnya sangat sederhana.

Pengunjung warung-warung nasi Kapau saat ini sepertinya kebanyakan mereka yang sudah menjadi pelanggan ditambah mereka yang penasaran mendatangi karena mendapat informasi tentang lokasi kuliner ini. Tetapi, dari penglihatan kami pada waktu makan siang kemarin , jumlah pelanggan yang datang masih jauh dari ketersediaan tempat di tiap warung. Disinilah peluang untuk menaikkan omset Bersama itu terlihat. Nama produk utama sudah punya. Lokasi strategis. Alam indah dengan udara sejuk.

Jika ada kelompok yang mengadvokasi, selain pemerintah Kota Bukittinggi dan perangkat nagari yang seharusnya turun tangan, pergerakan untuk menaikkan produktifitas ekonomi Nagari Kapau ini sangat terbuka.

Pertama, berikan penyuluhan kepada para pemilik warung yang sudah ada untuk meningkatkan kualitas masakan, menjadikan warung lebih rapi dan bersih, dan meningkatkan kualitas pelayanan. Kedua, lakukan musyawarah nagari yang difasilitasi pemerintahan nagari dengan tujuan mengajak warga melihat peluang ekonomi, khususnya bagi mereka yang tidak atau belum membuka usaha warung makan Nasi Kapau atau usaha lainnya. Ketiga, Pemkot Bukittingggi dan Pemerintahan Nagari harus mengatur tata ruang dan menyiapkan fasilitas penunjang, seperti bahu jalan, area parkir, toilet umum, dan lain-lain.

Jika memungkinkan, dibuat satu area yang menyediakan kios-kios yang diatur standar ukuran dan disainnya. Biarkan mereka kemudian berkompetisi secara sehat setelah Pemkot dan Pemerintahan Nagari memfasilitasi acara pelatihan dan penyuluhan oleh para ahli. Jika dua langkah ini sudah dijalankan, aksi promosi biasanya akan bekerja secara spontan dengan mekanisme jaringan sosial dan jaringan medsos. Sekarang, tinggal siapa pihak yang akan mengambil inisiatif menggerakkan langkah-langkah tersebut.

*Penulis: Andrinof A Chaniago (Pemikir Perencanaan Pembangunan, Menteri PPN/Bappenas Periode 2014-2016)

Baca Juga

Efek Balik Tekanan Fiskal Daerah
Efek Balik Tekanan Fiskal Daerah
Program Belanja Berselimut Bancakan?
Program Belanja Berselimut Bancakan?
Usul untuk Para Ketua Kapalo Arak Lapau Simpang
Usul untuk Para Ketua Kapalo Arak Lapau Simpang
Kendala Transformasi Ekonomi Sumbar
Kendala Transformasi Ekonomi Sumbar
Kapitalisme Londo Ireng
Kapitalisme Londo Ireng
Harga Ketidakpastian Ruang Kebijakan Moneter
Harga Ketidakpastian Ruang Kebijakan Moneter