Langgam.id - Selain keindahan Danaunya yang memukau, Maninjau juga terkenal dengan kuliner khasnya yaitu palai rinuak. Palai dalam bahasa Minang berarti pepes, dan Rinuak merupakan ikan kecil berukuran 1-3 centimeter asli Danau Maninjau.
Dilansir dari sumbar.travel, ikan rinuak itu hanya hidup di Danau Maninjau dan diklasifikasikan ke dalam kelas Pisces; ordo Osphroneformes; famili Osphronemidae; genus Psilopsis dan spesies Psilopsis sp.
Masyarakat Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, biasa mengolah ikan rinuak dengan berbagai varian. Seperti di goreng, di pepes, dibuat perkedel, atau dijadikan kerupuk. Olahan ikan rinuak itu akan terasa lebih lezat jika dibarengi dengan nasi sebagai lauk, karena bisa meningkatkan gairah makan yang hilang.
Baca juga: Paruik Ayam, Jajanan Tradisional Khas Minang
Makanan ini terbuat dari ikan rinuak yang diberikan bumbu dan parutan kelapa lalu dibungkus dengan daun pisang kemudian di kukus. Rasa ikan rinuak sangatlah gurih dan kita tidak akan menemuinya selain di Maninjau,
Proses memasaknya pun terbilang cepat, sekitar 20 menit palai siap untuk disantap. Palai rinuak akan terasa lebih gurih dan pedas jika ditambahkan cabai giling dalam adonannya. Ada juga yang menambahkan asam durian ke dalam adonan untuk menambah varian rasa.
Jika ingin mencicipi Palai Rinuak khas Danau Maninjau, anda bisa menemukannya di warung-warung tepi jalan lintas Maninjau–Bukittinggi tepatnya di Nagari Bayur dan Maninjau. Pasalnya para pedagang banyak berjualan di daerah itu. Untuk harga 1 bungkusnya itu bervariasi, mulai dari Rp5.000-Rp8.000.
Jika Anda bepergian ke Danau Maninjau akan terasa hampa jika tak menikmati kuliner tradisional khas wilayah tersebut. Pasalnya palai rinuak itu merupakan makanan tradisional khas Danau Maninjau dan bisa pula dijadikan oleh-oleh untuk keluarga di rumah.(*/Ela)