Masyarakat Sumpur dan Malalo Tigo Jurai di Tanah Datar Sepakat Berdamai

Masyarakat Sumpur dan Malalo Tigo Jurai di Tanah Datar Sepakat Berdamai

Penandantanganan perdamaian di Mapolres Padang Panjang. (Foto: Humas Tanah Datar)

Langgam.id – Masyarakat Sumpur dan Malalo Tigo Jurai di Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar sepakat berdamai. Humas Pemkab Tanah Datar merilis, perdamaian kedua nagari ditandai dengan saling bersalaman dan bermaafan antara perwakilan masyarakat.

“Kedua kelompok masyarakat tidak hanya berdekatan secara wilayah namun juga dekat secara kekerabatan dan kekeluargaan. Ini menanda-tangani kesepakatan perdamaian setelah terjadinya keributan dalam dua hari belakangan,” sebut rilis Humas Tanah Datar, Rabu (14/10/2020).

Kesepakatan damai terjadi pada Selasa malam (13/10/2020) di Mapolres Padang Panjang yang memang bertanggung jawab untuk wilayah hukum tersebut. Walaupun sempat terjadi adu argumen yang cukup alot, namun kedua belah pihak datang dengan itikad yang sama untuk berdamai demi kemaslahatan bersama. Sebelumnya, pada Senin (12/10/2020) sempat terjadi bentrok.
.
Baca Juga: Warga di Tanah Datar Sempat Bentrok, 1 Rumah Rusak dan 11 Motor Dibakar

Kesepakatan damai ditandatangani Wali Nagari Padang Laweh, Wali Nagari Guguak Malalo, Wali Nagari Sumpur, Ketua KAN, Ketua BPRN dan ketua pemuda ketiga nagari. Ikut menandatangani Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumatra Barat Nazwir, Kapolres Padang Panjang AKBP Apri Wibowo, Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Inf. Wisyuda Utama dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Di antaranya Kadis PMPTSP dan Naker Zarratul Khairi, Kepala Kesbang Irwan, Kabag Pemerintahan dan Otonomi Daerah Herison dan Camat Batipuh Selatan Herru Rachman.

Usai acara, mewakili Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Irwan menyampaikan rasa syukur dan bahagianya. “Pada malam ini, kita baru saja menyelesaikan perdamaian antara masyarakat Sumpur dan masyarakat Malalo Tigo Jurai. Alhamdulillah berkat ridha Allah SWT dan dukungan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah,” tuturnya.

Irwan menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Padang Panjang beserta jajaran dan Dandim 0307/TD beserta jajaran. “Berdasarkan imbauan dan arahan pimpinan Bapak Bupati Tanah Datar dan dukungan dari Kepala Kesbangpol Provinsi Sumatera Barat. Alhamdulillah segala sesuatu miskomunikasi yang sudah terjadi selama beberapa hari ini antara masyarakat Sumpur dan masyarakat Malalo Tigo Jurai, dengan disirami rasa persaudaraan maka persoalan ini telah dapat dilakukan perdamaian dengan sebaik-baiknya”

Ia bersyukur, semua merasa bersaudara dan kembali dengan rasa suka dan senang, tanpa ada rasa kecemasan apalagi rasa konflik. “Alhamdulillah ini berkat kerjasama kita,” ujarnya. Irwan juga menyampaikan agar kesepakatan damai ini juga disosialisasikan di tengah-tengah masyarakat kedua belah pihak.

Adapun isi perjanjian terdiri dari tiga, yaitu :
Pertama, konflik yang terjadi bukanlah konflik antar nagari, melainkan konflik kepemilikan tanah yang telah disertifikatkan yang digugat, yang saat ini dalam proses di Pengadilan Negeri Padang Panjang.

Kedua, masyarakat Nagari Sumpur dan masyarakat Malalo Tigo Jurai bersepakat untuk bersama-sama menjaga lokasi seluas 60 ha dan lahan yang disengketakan dengan investor dari tindakan yang akan menimbulkan konflik dan perselisihan.

Ketiga, kedua belah pihak sepakat untuk menciptakan suasana yang aman, nyaman dan kondusif dan sepakat saling menahan diri serta tidak akan melakukan aksi-aksi di wilayah yang bersengketa sehingga menimbulkan potensi konflik.
Apabila salah satu pihak melanggar kesepakatan ini maka yang melanggar bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku. (*/SS)

Baca Juga

TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kondisi Terkini Korban Selamat Keracunan Asap Genset Saat Listrik Padam di Tanah Datar 
Polisi saat mendatangi lokasi kejadian tiga remaja di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, diduga menjadi korban keracunan asap genset. (Dok. Polisi)
7 Fakta Kematian Tragis Dua Pelajar di Tanah Datar, Diduga Keracunan Asap Genset Saat Mati Listrik Massal
Ilustrasi jenazah. (Dok. Langgam.id)
Petaka Asap Genset di Tanah Datar Saat Mati Listrik Massal, Dua Pelajar Meninggal Beda Sekolah
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar
Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Dibangun di Tanah Datar, Keluarga Dony Oskaria Hibahkan Lahan 16 Hektar
Petugas BPBD mengevakuasi warga terdampak banjir di Tanah Datar, pada Selasa malam. DOK BPBD
Bupati Tanah Datar: 5 Rumah Hanyut hingga 100 Ha Sawah Terdampak Banjir
Banjir dan Longsor di Lintau Buo Tanah Datar, Rumah hingga Lahan Pertanian Warga Terdampak
Banjir dan Longsor di Lintau Buo Tanah Datar, Rumah hingga Lahan Pertanian Warga Terdampak