Langgam.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (UNAND) Periode II Tahun 2026 merampungkan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari program kerja penyusunan dokumentasi sejarah Nagari Padang Sibusuk.
FGD tersebut menjadi tahapan penting untuk menghimpun sekaligus mengklarifikasi berbagai informasi sejarah yang telah dikumpulkan mahasiswa selama pelaksanaan KKN.
Sejumlah informasi yang diperoleh melalui penelusuran sumber tertulis dan wawancara dengan masyarakat serta tokoh setempat kembali dibahas dalam forum tersebut. Para peserta memberikan masukan, koreksi, dan tambahan informasi untuk memperkuat dokumentasi sejarah yang tengah disusun.
PIC program kerja sejarah, Zahwa Salsabilla Putri mengatakan, FGD dilakukan untuk memastikan berbagai cerita dan informasi mengenai perjalanan Nagari Padang Sibusuk dapat disusun secara lebih utuh.
Menurutnya, proses penyusunan sejarah tidak cukup hanya mengandalkan satu sumber. Karena itu, berbagai keterangan yang telah diperoleh dari masyarakat perlu dibandingkan dan didalami kembali melalui diskusi bersama.
“FGD ini menjadi tahapan penting dalam merangkum berbagai informasi yang telah kami kumpulkan selama kegiatan KKN. Kami juga ingin memastikan cerita yang dituliskan tetap memperhatikan ingatan dan pengetahuan masyarakat Padang Sibusuk sebagai pemilik sejarah tersebut,” ujarnya, Kamis (10/9/2026).
Dalam FGD, pembahasan mencakup sejumlah bagian penting dalam perjalanan Padang Sibusuk. Mulai dari perkembangan nagari pada masa lampau, dinamika masyarakat pada masa penjajahan, keterlibatan masyarakat dalam berbagai gerakan perjuangan, hingga peristiwa Padang Sibusuk Lautan Api.
Pertukaran cerita dan informasi dari berbagai narasumber membuat sejumlah keterangan yang sebelumnya diperoleh mahasiswa dapat diperdalam. Hal tersebut sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan ketelitian sebelum informasi sejarah tersebut dituangkan dalam dokumentasi akhir.
Zahwa mengatakan, program kerja tersebut dilatarbelakangi pentingnya menjaga sejarah lokal agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.
Sebagian sejarah Padang Sibusuk hingga kini masih tersimpan dalam cerita keluarga, kesaksian masyarakat, arsip, maupun catatan sejarah yang tersebar. Jika tidak didokumentasikan dengan baik, berbagai informasi tersebut dikhawatirkan semakin sulit ditelusuri oleh generasi mendatang.
“Harapannya, dokumentasi ini tidak hanya menjadi keluaran dari kegiatan KKN, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya pelestarian memori kolektif masyarakat Padang Sibusuk,” katanya.
Dengan rampungnya FGD, mahasiswa KKN UNAND selanjutnya melakukan penyempurnaan terhadap dokumentasi sejarah yang telah disusun.
Dokumentasi tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengenal perjalanan panjang Nagari Padang Sibusuk sekaligus memahami perjuangan masyarakat terdahulu.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNAND juga berharap sejarah lokal tidak hanya tersimpan dalam ingatan para pelaku dan tokoh masyarakat, tetapi dapat diwariskan dalam bentuk dokumentasi yang lebih terstruktur dan mudah dipelajari. (HER)






