Langgam.id – Tanah longsor masih menjadi bencana yang paling banyak terjadi di Kabupaten Agam dalam sepekan terakhir. Tingginya intensitas hujan menyebabkan longsor, banjir, pohon tumbang, hingga jalan amblas di 11 kecamatan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Abdul Ghafur, mengatakan hampir seluruh wilayah di Kabupaten Agam memiliki potensi mengalami banjir dan tanah longsor saat curah hujan tinggi.
“Hampir semua kecamatan kita berpotensi banjir dan longsor,” ujar Abdul Ghafur, Selasa (7/7/2026).
Data BPBD Agam menunjukkan, sepanjang Juni 2026 pihaknya telah menangani 19 kejadian bencana. Tanah longsor menjadi jenis bencana yang paling dominan dengan tujuh kejadian. Selain itu, terdapat lima kejadian banjir, lima pohon tumbang, serta dua kejadian jalan terban atau amblas.
Sebanyak 11 kecamatan terdampak berbagai bencana tersebut. Di Kecamatan IV Koto, dua kejadian tanah longsor terjadi di Nagari Sungai Landia. Sementara di Kecamatan Tanjung Raya, pohon tumbang terjadi di Nagari Maninjau.
Di Kecamatan Ampek Nagari, tanah longsor melanda Nagari Batu Kambing, sedangkan banjir terjadi di Nagari Bawan. Kemudian di Kecamatan Tanjung Mutiara, pohon tumbang dilaporkan terjadi di Nagari Tiku Selatan dan Nagari Durian Kapas Darussalam.
Kecamatan Lubuk Basung juga menjadi salah satu wilayah yang cukup terdampak. Banjir merendam Nagari Lubuk Basung, Manggopoh, dan Garagahan, sementara pohon tumbang terjadi di Nagari Lubuk Basung.
Di Kecamatan Tilatang Kamang, tanah longsor dan jalan amblas terjadi di Nagari Kamang Hilia. Sementara itu, di Kecamatan Baso, pohon tumbang terjadi di Nagari Tarok, sedangkan tanah longsor dan jalan amblas terjadi di Nagari Salo.
Bencana longsor juga melanda Kecamatan Palembayan, tepatnya di Nagari Salareh Aia dan Sipinang. Adapun di Kecamatan Kamang Magek, banjir dilaporkan merendam Nagari Kamang Hilia.
BPBD Agam mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang bermukim di kawasan rawan longsor dan bantaran sungai. Curah hujan yang masih tinggi dinilai berpotensi memicu terjadinya bencana susulan dalam beberapa waktu ke depan. (HER)






