Langgam.id- Bencana tanah longsor yang terjadi di Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landie, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam juga menyebabkan akses jalan utama Bukittinggi–Lubuk Basung terputus.
Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup badan jalan, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan dari kedua arah. Kondisi ini sempat menghambat mobilitas warga dan proses evakuasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, mengatakan kawasan tersebut memang dikenal rawan longsor dengan banyak titik berisiko di sepanjang jalur. Bahkan, terdapat bekas longsoran sebelumnya di sekitar lokasi kejadian.
Saat proses pencarian korban dilakukan, hujan masih turun meski intensitasnya mulai berkurang. Hal ini membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan longsor, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan,” katanya.
Bencana longsor menimbun tiga rumah warga di Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landie, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam, Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Tujuh warga tertimbun.
Dari tujuh warga yang tertimbun material longsor, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Korban meninggal dunia diketahui bernama Awal (50). Ia ditemukan tim gabungan dalam kondisi tidak bernyawa pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 03.45 WIB, setelah sebelumnya dilaporkan tertimbun longsor yang terjadi pada Selasa malam.






