Longsor di Silaiang Kariang, Polisi Terapkan Sistem Buka Tutup Jalur Padang-Bukittinggi

Langgam.id – Curah hujan yang lebat membuat tebing di kawasan Silaiang Kariang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar) longsor. Akibatnya, jalur penghubung arus kendaraan dari arah Padang menuju Bukittinggi maupun sebaliknya tersendat.

Pihak kepolisian terpaksa menerapkan sistem buka tutup. Pembersihan material longsor saat ini masih dikerjakan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) secara manual.

“Kejadian sekitar pukul 16.30 WIB. Sekarang arus kendaraan masih buka tutup. Material longsor masih dalam pengerjaan secara manual,” kata Kasat Lantas Polres Padang Panjang, Iptu Saherman kepada langgam.id, Rabu (16/12/2020).

Dari foto yang diterima langgam.id, tampak tebing yang longsor berupa bebatuan mencampur tanah. Para personel lalu lintas siaga di lokasi untuk mengatur kendaraan.

Sementara, petugas BPBD masih melakukan pembersihan material. Kendaraan yang melintas mulai berangsur lancar dengan sistem buka tutup tersebut. (Irwanda)

Baca Juga

Cerita Pengendara Terjebak Macet 1,5 Jam Akibat Pengaspalan Jalan di Lembah Anai
Cerita Pengendara Terjebak Macet 1,5 Jam Akibat Pengaspalan Jalan di Lembah Anai
Jalan Padang-Bukittinggi melalui kawasan Lembah Anai mulai lancar setelah berakhirnya sistem buka tutup pada Sabtu (4/7/2026) sore. (Dok. Istimewa)
Jalur Lembah Anai Kembali Lancar, Sistem Buka Tutup Jalan Padang-Bukittinggi Berakhir
Polisi Terapkan Buka Tutup di Jembatan Kembar Lembah Anai Siang Ini
Polisi Terapkan Buka Tutup di Jembatan Kembar Lembah Anai Siang Ini
Arus Lalu Lintas di Lembah Anai Buka Tutup, Ada Pengaspalan dan Pembersihan Material Longsor 
Arus Lalu Lintas di Lembah Anai Buka Tutup, Ada Pengaspalan dan Pembersihan Material Longsor 
71 Tenaga Kerja Mandiri di Tanah Datar Terima Bantuan Kemenaker Rp355 Juta
71 Tenaga Kerja Mandiri di Tanah Datar Terima Bantuan Kemenaker Rp355 Juta
Rutan Padang Panjang Hadirkan Pendidikan Kesetaraan untuk Warga Binaan
Rutan Padang Panjang Hadirkan Pendidikan Kesetaraan untuk Warga Binaan