Lanjut Bangun Trans Mentawai, Pemprov Kebut Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan

Trans Mentawai

Kondisi trans Mentawai yang ada di Dusun Kinumbu, Desa Bulasat, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai (Foto: Zulfikar)

Langgam.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) targetkan segera penyelesaian perizinan pinjam pakai kawasan hutan untuk kelanjutan pembangunan trans Mentawai di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kelanjutan pembangunan jalan trans, akan melewati Hutan Produksi di bagian utara dan selatan Pulau Siberut. Lalu, akan melewati Hutan Konservasi, yaitu Taman Nasional Siberut di bagian tengah.

Karena itu, demi kelanjutan pembangunan trans Mentawai, butuh izin pakai hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Sementara Hutan Konservasi, butuh perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan pengelola Taman Nasional Siberut.

Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit menyebutkan, hingga saat ini, untuk kelanjutan pembangunan trans Mentawai masih ada beberapa ruas jalan yang direncanakan masuk kawasan hutan, sehingga perlu dibicarakan lebih lanjut, agar tidak menyalahi aturan serta mendapat izin secara resmi.

“Rapat ini merupakan lanjutan rapat sebelumnya. Paling utama yang harus ditindaklanjuti adalah masalah lahan yang masuk kawasan hutan, ada Hutan Konservasi dan Hutan Lindung,” ujarnya di Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (4/1/2020).

Nasrul berharap, adanya trans Mentawai dapat segera mengeluarkan Mentawai dari daerah tertinggal. Jalan ini juga akan membuka akses sejumlah desa di sana. “Mudah-mudahan 2024 Mentawai keluar dari daerah tertinggal,” ungkapnya.

Saat ini, menurut Nasrul, pembangunan trans Mentawai sudah mencapai 225 kilometer, sementara target yang akan dicapai yaitu sekitar 400 kilometer.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mentawai, Elfi mengatakan, jalan trans Mentawai didorong menjadi jalan nasional. Kemudian ada juga ruas  pantai barat yang hutannya belum dibuka, sedangkan pantai timur sudah dibuka.

“Makanya dengan kawan-kawan, kita melakukan rekomendasi ke pusat bagaimana izin kehutanan tidak ada kesalahan administrasi,” ujarnya.

ketika izin itu sudah didapatkan, Elfi berharap akan ada anggaran digelontorkan, agar jalan segera dibangun, sehingga ekonomi masyarakat bisa tumbuh dengan cepat karena terbukanya akses jalan.

Terkait target penyelesaian pembangunan trans Mentawai, menurut Elfi tergantung dengan adanya anggaran pembangunan yang didapatkan. Sementara izin, segera diselesaikan agar segera dimulai pembangunan.

“Minggu ini akan kita tracking semua, kemudian dalam bulan ini kalau bisa selesai, sekarang masih proses,” katanya.

(Rahmadi/ZE)

Baca Juga

Temukan Alat Berat di Tengah Hutan, KLHK Tangkap 2 Pelaku Pembuka Kebun Ilegal di Pasaman
Temukan Alat Berat di Tengah Hutan, KLHK Tangkap 2 Pelaku Pembuka Kebun Ilegal di Pasaman
30 Orang Terjebak di Air Terjun Langkuik Tinggi Malalak Agam, Dievakuasi Tengah Malam
30 Orang Terjebak di Air Terjun Langkuik Tinggi Malalak Agam, Dievakuasi Tengah Malam
Dinsos Padang Siapkan Dapur Umum Bantu Korban Banjir
Dinsos Padang Siapkan Dapur Umum Bantu Korban Banjir
Reforma Agraria, Sumbar Jajaki Kerjasama dengan Bank Tanah
Reforma Agraria, Sumbar Jajaki Kerjasama dengan Bank Tanah
Kondisi banjir di kawasan Lumin Park Lubuk Minturun, Koto Tangah, Padang. (Dok. Istimewa)
Lumin Park Padang Berulang Dihantam Banjir, Walhi Sumbar Desak Evaluasi Penataan Ruang Daerah Rawan Bencana
Pemprov Sumbar Salurkan 52 Ribu Bibit Ikan untuk Pembudidaya Terdampak Bencana di Solok
Pemprov Sumbar Salurkan 52 Ribu Bibit Ikan untuk Pembudidaya Terdampak Bencana di Solok