Langgam.id – Kualitas udara di Kota Padang memburuk pada Rabu (2/9/2026) pagi. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan kategori tidak sehat pada pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan data pemantauan ISPU yang diperoleh Langgam.id dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatra Barat (Sumbar), menunjukkan nilai PM2.5 mencapai 131 pada pukul 10.00 WIB. Angka tersebut menjadi parameter kritis yang mendorong ISPU Kota Padang masuk kategori tidak sehat.
Kenaikan konsentrasi PM2.5 mulai terlihat sejak pagi. Pada pukul 04.00 WIB, PM2.5 tercatat 85 dan masih berada pada kategori sedang.
Nilainya kemudian tercatat 84 pada pukul 05.00 dan 06.00 WIB. Pada pukul 07.00 WIB, PM2.5 masih berada di angka 84.
Konsentrasi PM2.5 meningkat menjadi 89 pada pukul 08.00 WIB. Satu jam kemudian, angkanya kembali naik menjadi 110.
Pada pukul 10.00 WIB, konsentrasi PM2.5 mencapai 131 dan masuk kategori tidak sehat.
Sementara itu, PM10 pada pukul 10.00 WIB tercatat 64 atau berada dalam kategori sedang. Parameter lainnya masih berada pada kategori baik.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DLH Sumbar Desrizal mengatakan, masyarakat perlu tetap memperhatikan kondisi udara yang berubah.
“Angka di PM2,5 naik secara dratis sejak jam 8 pagi tadi,” katanya, Rabu (2/9/2026).
Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan jika kondisi udara memburuk.
“Kalau keluar, pakai masker. Udara sudah memasuki kategori tidak sehat,” jelasnya.
Kondisi kualitas udara juga dapat berubah dalam beberapa jam. Karena itu, masyarakat diminta memantau perkembangan ISPU sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Masyatakat diminta untuk selalu meninjau informasi kualitas udara,” tuturnya. (WAN)






