Kronologi Nelayan Tiga Hari Tak Pulang Saat Antar Hasil Tangkapan ke Muara Siberut

Tim SAR melakukan pencarian nelayan hilang di Kepulauan Mentawai, Minggu (21/6/2026)

Tim SAR melakukan pencarian nelayan hilang di Kepulauan Mentawai, Minggu (21/6/2026)

Langgam.id – Perjalanan Arbian (50), seorang nelayan asal Dusun Sua, Desa Saibi, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, untuk menjual hasil tangkapan ikan berakhir misterius. Setelah berangkat menggunakan sampan pada Kamis (18/6/2026), ia tak pernah kembali ke rumah hingga akhirnya dilaporkan hilang.

Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mentawai, Arbian berangkat sekitar pukul 15.00 WIB dari Dusun Sua menuju Dermaga Muara Siberut. Seperti hari-hari biasanya, ia membawa hasil tangkapan ikan untuk dijual.

Namun, hingga hari berganti dan memasuki akhir pekan, Arbian tak kunjung pulang. Keluarga yang mulai khawatir kemudian meminta bantuan masyarakat setempat untuk melakukan pencarian di sepanjang jalur yang biasa dilalui korban.

Pencarian awal dilakukan secara mandiri oleh warga di perairan sekitar Pulau Bugei. Dalam penyisiran tersebut, warga menemukan sampan dan kotak ikan milik korban mengapung di laut. Temuan itu menguatkan dugaan bahwa sesuatu telah terjadi di tengah perjalanan Arbian.

Meski sampan berhasil ditemukan, keberadaan Arbian masih menjadi misteri. Warga terus melakukan pencarian, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Laporan mengenai hilangnya nelayan tersebut kemudian disampaikan kepada Unit Siaga SAR (USS) Siberut pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB oleh seorang warga bernama Lemarius.

Mendapat laporan itu, petugas SAR langsung bergerak. Hanya berselang 20 menit, tepat pukul 11.50 WIB, tim Rescue USS Siberut diberangkatkan menuju lokasi yang diperkirakan menjadi titik terakhir keberadaan korban atau Last Known Position (LKP) di perairan Pulau Bugei.

Sebanyak lima personel SAR dikerahkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Mentawai. Tim bergerak menuju koordinat 1°29’47” LS dan 99°11’16” BT yang berjarak sekitar 28 mil laut dari Pelabuhan Muara Siberut untuk melakukan penyisiran intensif.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengatakan pihaknya langsung mengaktifkan operasi pencarian setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat terkait hilangnya satu orang nelayan atas nama Bapak Arbian di perairan Pulau Bugei, kami langsung menginstruksikan tim Rescue dari Unit Siaga SAR Siberut untuk bergerak cepat,” kata Benteng.

Hingga Minggu sore, operasi pencarian masih berlangsung dengan melibatkan unsur SAR dan masyarakat setempat. Petugas terus menyisir area perairan sekitar Pulau Bugei guna menemukan Arbian yang hingga kini masih berstatus dalam pencarian. (WAN) 

Baca Juga

Sekitar 150 warga dari Desa Betumonga, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, melakukan aksi damai di depan Kantor DPRD
Aksi Damai Warga Betumonga Tuntut Pengakuan Hak Tanah Ulayat di Mentawai
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Trian Yunanda, meninjau pelaksanaan dan progres
Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Nagari Katapiang Padang Pariaman
Petani dan Nelayan Jadi Penopang Ekonomi Padang, Wawako Ajak Generasi Muda Jadi Motor Inovasi
Petani dan Nelayan Jadi Penopang Ekonomi Padang, Wawako Ajak Generasi Muda Jadi Motor Inovasi
Bakteri Fusarium pada pisang merebak di Kecamatan Siberut Selatan dan Siberut Barat Daya, Kepulauan Mentawai. Alhasil para petani mengalami kerugian lantaran buah pisang tidak dapat dipanen.
Ratusan Hektare Kebun Pisang di Mentawai Diserang Bakteri Fusarium, Petani Merugi
Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta melantik satu-satunya Polwan menjabat sebagai Kapolsek di Sumbar. Dia adalah AKP Herlina.
Kapolda Sumbar Lantik Polwan Satu-satunya Jadi Kapolsek, Bertugas di Mentawai
Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: 80 persen nelayan di Kota Padang masih menggunakan alat tangkap tradisional.
Hasil Tangkap Ikan di Padang Turun 40 Persen