Langgam.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengimbau nelayan untuk tidak melaut selama dua hari ke depan atau hingga 24 Juni 2026. Hal ini menyusul peringatan dini gelombang tinggi yang dikeluarkan BMKG Maritim Teluk Bayur.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan kondisi cuaca yang disertai angin kencang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, terutama bagi nelayan dan pemilik kapal berukuran kecil.
“Kami mengimbau kepada nelayan untuk tidak melaut ketika gelombang tinggi,” kata Hendri, Senin (22/6/2026).
Berdasarkan peringatan dini BMKG Maritim Teluk Bayur, gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan Sumbar.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi perairan Kota Padang hingga Padang Pariaman, Agam, Pasaman Barat, Pesisir Selatan hingga Kepulauan Mentawai.
Menurut Hendri, kondisi tersebut juga berisiko terhadap kapal tongkang dan perahu nelayan yang beraktivitas di laut.
“Kondisi demikian akan berisiko bagi pemilik perahu dan kapal tongkang,” ujarnya.
Selain gelombang tinggi, hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Padang sejak Minggu (21/6/2026) siang hingga malam, juga memicu sejumlah kejadian bencana.
Beberapa pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kecamatan Padang Selatan dan kawasan Sungai Pisang.
“Kami meminta masyarakat yang hendak melakukan perjalanan hendak wasapada dan tetap berhati hati,” imbuhnya. (WAN)






