Korupsi Proyek Penahan Banjir, Mantan Kasi BPBD Solsel Terseret ke Tipikor

Korupsi Proyek Penahan Banjir, Mantan Kasi BPBD Solsel Terseret ke Tipikor

Mantan Kasi BPBD Solok Selatan, Irda Hendri duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Padang (Rahmadi/langgam.id)


Langgam.id – Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Seksi (Kasi) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan (Solsel), Irda Hendri akhirnya sampai di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang, Jumat (10/5/2019).

Dalam sidang perdana beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Solok Selatan itu terungkap, jika terdakwa Irda Hendri diduga terlibat dalam penyimpangan proyek pembuatan penahan banjir oleh BPBD Solok Selatan tahun anggaran 2016.

Selain Irda Hendri, tiga terdakwa lainnya juga duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor. Masing-masing, Direktur PT Buana Mitra Selaras, Beni Ardi, Komisaris CV Mutiara Teknik Utama, Mai Afri Yuneti, dan Direktur CV Mutiara Teknik Utama, Ito Marliza. Empat terdakwa di sidang dalam kasus yang sama dengan tiga berkas dakwaan berbeda.

Dalam dakwaannya, JPU R Hairul Sukri mengatakan, tahun 2016, bencana alam banjir dan tanah lonsor menerjang sejumlah Kecamatan di Kabupaten Solok Selatan. Bencana alam itu merusak sejumlah bangunan infrastruktur.

Pasca bencana tersebut, BPBD Solok Selatan mengajukan delapan paket pengerjaan tanggap darurat dan telah disetujui. “Terdakwa Irda Hendri ditunjuk sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sesuai dengan SK Bupati Solok Selatan,” kata Hairul Sukri di hadapan majelis hakim yang diketuai Agus Komarudin dengan hakim anggota Emria Fitriani dan Elysiah Florence itu.

Namun, dana dari pihak BNPB ke BPBD Solok tidak sesuai dengan jumlah dana yang disetujui yang totalnya mencapai Rp10,560 miliar. Sedikitnya, dalam pengerjaan proyek-proyek tersebut terdapat selisih dana yang mencapai Rp900 juta.

“Terdakwa Irda Hendri melalui saksi Editorial lalu menghubungi terdakwa Ito Marliza, Mai Afri Yuneti dan Benni Ardi untuk melakukan penawaran pengerjaan. Setelah bertemu, para terdakwa ini pun melakukan kesepakatan,” kata JPU.

Dalam pengerjaan itu juga terungkap, jika terdakwa Benni Ardi selaku dirut PT Buana Mitra Selaras  meminjamkan perusahaan miliknya kepada CV Mutiara Teknik Utama untuk mengerjakan proyek perbaikan darurat tersebut.

Dari hasil penghitungan Badan Pemeriksa keuangan (BPK) RI, ditemukan selisih pembayaran negara kepada rekanan atas pengerjaan tersebut. Akibatnya, negara mengalami kerugian sebesar Rp1,087 miliar lebih. Selisih pembayaran tersebut jelas menguntungkan terdakwa Ito Marliza, Mai Afri Yuneti dan Benni Ardi selaku rekanan.

Atas perbuatannya, terdakwa Irda Hendri dijerat Pasal 12 huruf (i) jo Pasal 18 Ayat 1 huruf b, Ayat 2 dan 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana diubah dan  ditambah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor.

Usai mendengarkan dakwaan JPU, terdakwa Irda Hendri Cs melalui Penasihat Hukum (PH) Muharlis Cs bakal mengajukan eksepsi secara tertulis dalam agenda sidang lanjutan yang akan digelar Jumat (17/5/2019), pekan depan. (Rahmadi/RC)

Baca juga:

Sidang Korupsi Mantan Kasi BPBD Solok Selatan, PH Sebut Dakwaan JPU Cacat Hukum

Baca Juga

Polisi Razia Tambang Emas di Solok Selatan, Hanya Temukan Peralatan Bekas Tambang
Polisi Razia Tambang Emas di Solok Selatan, Hanya Temukan Peralatan Bekas Tambang
Koridor 2 dan 3 Bus Trans Padang direncanakan akan beroperasional pada minggu kedua Desember 2023 nanti. Berbagai proses sudah disiapkan
Dugaan Korupsi Subsidi Trans Padang Rp5,2 Miliar, DPRD Kota Padang Panggil Perumda PSM
Polisi Dalami Dugaan Cukong Tambang Ilegal Solok Selatan, Gali Keterangan 2 Operator Alat Berat
Polisi Dalami Dugaan Cukong Tambang Ilegal Solok Selatan, Gali Keterangan 2 Operator Alat Berat
Kronologi 2 Operator Ekskavator Digerebek Polisi di Tambang Emas Ilegal Solok Selatan
Kronologi 2 Operator Ekskavator Digerebek Polisi di Tambang Emas Ilegal Solok Selatan
Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Mantan Ketum KONI Sumbar, Agus Suardi diperiksa Kejari Padang hari ini.
Alasan Kejari Padang Alihkan Status Anggota DPRD Sumbar Beny Jadi Tahanan Kota  
Dugaan Korupsi Alkes RSUD Batusangkar, Polisi Sudah Periksa 31 Orang 
Dugaan Korupsi Alkes RSUD Batusangkar, Polisi Sudah Periksa 31 Orang