Komoditas Ekspor di Pelabuhan Teluk Bayur Didominasi Minyak Kelapa Sawit dan Semen

Komoditas Ekspor di Pelabuhan Teluk Bayur Didominasi Minyak Kelapa Sawit dan Semen

Sebuah kapal sedang bersandar di Pelabuhan Teluk Bayur. (foto: Irwanda)

Langgam.idGubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, komoditas ekspor melalui Pelabuhan Teluk Bayur didominasi oleh minyak kelapa sawit dengan volume ekspor 1.809.061 ton (42 persen). Kemudian disusul semen dengan volume ekspor sebesar 1.579.714 ton (37 persen).

Negara tujuan ekspor tertinggi pada semua komoditas terang Mahyeldi, adalah India dengan presentase ekspor sebesar 22,5 persen. Kemudian dilanjutkan Amerika Serikat dengan presentase ekspor 16,9 persen.

Ia mengungkapkan, negara tujuan ekspor Sumbar lebih banyak ke negara Asia. Sedangkan benua lain seperti Afrika dan Timur Tengah sebagai negara potensi belum maksimal dilakukan.

“Apalagi program ini sejalan dengan pemerintah pusat untuk pengembangan sektor kepelabuhan (tol laut), termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” ujarnya saat Rakor Pemanfaatan Kawasan Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Teluk Bayur di Istana Gubernuran, Kamis (3/6/2021).

Mahyeldi menjelaskan, bahwa Pemprov Sumbar mengoptimalisasi pemanfaatan Pelabuhan Teluk Bayur sebagai pintu gerbang perdagangan Indonesia di wilayah barat.

“Amat diyakini kedepan Pelabuhan Teluk Bayur Padang akan memberikan kontribusi signifikan dalam ekspor impor nasional terhadap pergerakan ekonomi di Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, bahwa semua ini bisa diwujudkan dengan melakukan sinergi semua lembaga, baik pemerintah, BUMN dan BUMD, bahkan pihak swasta.

Tidak saja Pelabuhan Teluk Bayur dikembangkan terang Mahyeldi, namun infrastrukturnya juga harus dibangun. Hal ini untuk mewujudkan peningkatan pelayanan selaku penyedia jasa dan jantungnya perekonomian yang merupakan unsur menunjang kemampuan nasional.

“Terutama jalan menuju Teluk Bayur, karena jalan yang ada masih belum dibedakan antara jalan bagi yang dikhususkan bagi kendaraan angkutan barang yang muatan berat dengan kendaraan umum, sehingga mobilitas barang belum berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini konektivitas jalan untuk akses Pelabuhan Teluk Bayur ke provinsi tetangga seperti Riau dan Jambi sudah memadai. Posisi Teluk Bayur yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia potensial dikembangkan untuk meningkatkan perdagangan Indonesia dengan negara-negara di India, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa dan Afrika.

Pelabuhan Teluk Bayur ungkap Mahyeldi, merupakan ujung tombak dalam menentukan kesuskesan pengiriman barang dari daerah sekitar Sumbar ke nusantara dan mancanegara.

“Teluk Bayur merupakan gerbang perekonomian Indonesia wilayah barat untuk tujuan ekspor ke India, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa dan Afrika,” katanya. (Rahmadi/yki)

 

Baca Juga

Sidak SPBU, Polda Sumbar Temukan Barcode Ganda hingga Tangki Dimodifikasi
Sidak SPBU, Polda Sumbar Temukan Barcode Ganda hingga Tangki Dimodifikasi
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Arus Sungai Cepat Naik Saat Hujan, Warga Lapau Munggu Dibayangi Banjir Susulan
Warga menjemur padi yang dipanen dari sawah terdampak banjir Kota Padang
Cerita Petani Lapau Manggu, Panen Padi dari Sawah yang Terendam Banjir
Siapa yang Membakar Sumbar? Dari Hotspot Berulang hingga Tata Kelola Ruang
Siapa yang Membakar Sumbar? Dari Hotspot Berulang hingga Tata Kelola Ruang
Lokasi pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak banjir Kota Padang.
Asa Penyitas Banjir Padang Menunggu Hunian yang Tak Kunjung Rampung
Cerita Fajar Novario Menang Sayembara Logo HUT ke-81 RI
Cerita Fajar Novario Menang Sayembara Logo HUT ke-81 RI