Ketua MUI Sumbar Kritik Logo Halal Baru, Bisa Diplesetkan Jadi Haram dan Tonjolkan Kesukuan

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Ketya MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar nilai logo halal baru kental menampilkan salah satu budaya

Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar. [foto: FB Buya Gusrizal]

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar nilai logo halal yang baru kental menampilkan salah satu budaya di Indonesia.

Langgam.id - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat (Sumbar) Buya Gusrizal Gazahar memberi komentar pada logo halal yang baru diumumkan pemerintah. Menurut dia, logo yang baru kental menampilkan salah satu budaya di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan label halal yang berlaku secara nasional mulai 1 Maret 2022. Logo ini menggantikan logo sebelumnya yang berada di bawah MUI.

Ketum MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar mengatakan, terkait dengan logo halal baru dirinya melihat Kementerian Agama (Kemenag) dengan menterinya yang sekarang semakin jauh dari menumbuhkan rasa kebersamaan dalam kehidupan berbangsa.

"Cita rasa monopoli dan tak memandang sisi lain dari umat, semakin kental dihadirkan," katanya saat diminta tanggapan soal logo baru, Senin (14/3/2022).

Dia menjelaskan, dalam undang-undang jelas telah diatur bahwa dalam perkara sertifikasi halal, Kemenag melalui BPJPH bukan pengelola tunggal. Kehadirannya semestinya lebih kepada regulator yang tidak sepenuhnya menjadi eksekutor.

Menurut dia, ada banyak unsur yang harus berkolaborasi untuk membahas ini. Diantaranya ada LPH (Lembaga Pemeriksa Halal) dan juga ada MUI melalui Komisi Fatwa yang menetapkan kehalalan suatu produk setelah diaudit.

Buya Gusrizal mengatakan, kalau Kemenag dan Menag menyadari hal ini, seharusnya logo yang dirancang kalau tidak akan menggunakan logo yang lama maka logo yang baru harus menampilkan kolaborasi tersebut.

"Apalagi saya dengar, sudah ada pembicaraan antara pihak MUI dengan BPJPH tentang logo halal yang baru. Hanya saja yang ditampilkan bukan yang telah dirancang bersama tersebut,” katanya.

Selain itu terangnya, pada sisi penulisan khathnya juga bisa saja diplesetkan bacaannya menjadi “haram” bukannya “halal”. Alasannya adanya kemungkinan huruf terakhir dilihat seperti huruf “mim” terbalik.

Selanjutnya, design logo yang terlalu kental menampilkan simbol salah satu budaya di tengah keberagaman bangsa Indonesia, terkesan tidak merangkul seluruh elemen bangsa.

"Bahkan bisa diartikan misi kesukuan yang tak akan membuat nyaman karena logo itu akan dipakai oleh berbagai etnis bahkan sampai ke luar negeri," ujarnya.

Buya Gusrizal menyarankan agar membuat suatu simbol yang merangkum kebersamaan agar ia menjadi perekat keragaman yang ada di Indonesia.

"Ini saya sampaikan karena masalah ini tak boleh dipandang sebatas kewenangan dan kepentingan tapi juga harus dilihat dari sisi kebutuhan umat," katanya.

Baca juga: Kemenag Ganti Logo Halal MUI Jadi Halal Indonesia

Diketahui logo yang baru memiliki latar belakang berwarna putih dengan huruf warna ungu. Sementara bentuknya menyerupai wayang yang merupakan salah satu budaya milik suku Jawa.

Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Ikuti berita terbaru dan terkini dari Langgam.id. Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Syaiful Adnan, Sosok Urang Solok di Balik Bingkai Logo Halal Lama
Syaiful Adnan, Sosok Urang Solok di Balik Bingkai Logo Halal Lama
Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BPJPH menyediakan 25 ribu kuota sertifikasi halal gratis bagi usaha mikro dan kecil (UMK).
BPJPH Siapkan 25 Ribu Kuota Sertifikasi Halal Gratis Bagi UMK
Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Gubernur ke IKN (Ritual Kendi Nusantara), kata Jasman, tak mungkin ikut jika ada ritual tertentu.
Respons Gubernur Usai Dikritik Ketua MUI Soal Bawa Tanah Air Sumbar untuk IKN
Berita terbaru dan terkini hari ini: MUI turut mengomentari kontroversi Logo Halal Indonesia Kemenag yang kini juga viral di media sosial.
Soal Logo Halal Indonesia, MUI: Bukan Itu yang Kita Sepakati dengan Kemenag
Dosen UIN Imam Bonjol Nilai Logo Halal Baru Tidak Sesuai Kaidah
Dosen UIN Imam Bonjol Nilai Logo Halal Baru Tidak Sesuai Kaidah
Berita terbaru dan terkini hari ini: Kemenag melalui Kepala BPJPH, Matsuki membantah bahwa Label Halal Indonesia itu jawa sentris.
Kemenag Bantah Label Halal Indonesia Jawa Sentris, Ini Penjelasannya