Kenali Gejala Hepatitis Pada Anak, IDAI Minta Masyarakat Sumbar Waspada

Kenali Gejala Hepatitis Pada Anak, IDAI Minta Masyarakat Sumbar Waspada

Ketua IDAI Sumbar dr. Finny Fitry Yani. [Foto: Rahmadi/Langgam.id]

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Kenali Gejala Hepatitis Pada Anak, IDAI Minta Masyarakat Sumbar Waspada

Langgam.id - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) meminta masyarakat mewaspadai gejala hepatitis pada anak. Hal ini menanggapi temuan dugaan kasus hepatitis unknown etiology pada anak di Sumbar.

Ketua IDAI Sumbar dr. Finny Fitry Yani mengatakan hepatitis sudah dikenal sejak lama, biasanya hepatitis A, B, C, dan D. Sementara yang saat ini belum diketahui sehingga disebut dengan unknown etiology.

"Hepatitis itu artinya is, is itu radang, sementara hepa artinya hati, jadi artinya radang pada hati. Dimana terjadi gangguan fungsi pada hati, sel-sel hatinya itu rusak," katanya di Kantor Dinkes Sumbar, Selasa (10/5/2022).

Menurut dia, hepatitis selama ini diketahui ada yang berat, ringan, akut dan ada yang kronis. Tetapi jarang yang akutnya sangat mendadak sampai 2 hingga 3 hari. Selain di Indonesia, satu bulan terakhir, di Inggris terjadi kewaspadaan karena gejala hepatitis berat pada anak-anak meningkat.

Ada pasien yang bahkan melakukan transplantasi hati atau mengganti hatinya akibat sel hatinya rusak. Hati gagal melakukan kerjanya yaitu untuk memakan racun yang ada pada makanan.

"Sementara yang unknown ini bersifat sangat akut dalam beberapa hari langsung berat dan meninggal. Apa penyebabnya juga belum diketahui, masih banyak dugaan, ada yang menduga virus, infeksi, terkait dengan SAR Covid, dan lainnya," kata dia.

Masyarakat diminta waspadai hepatitis ini dengan mengenali gejalanya pada anak. Gejalanya yaitu demam, mual, muntah, diare, ganguan saluran pencernaan, disertai tubuh menguning, dan lainnya. Anak harus segera dibawa ke rumah sakit jika terjadi seperti ini.

"Harus segera dibawa ke rumah sakit, karena bisa saja awal gejalanya demam dan muntah sehingga cepat terdeteksi, apalagi kalau kuning itu sulit terdeteksi masyarakat, jangan diabaikan," katanya.

Nantinya kalau dilaporkan ke Puskesmas akan diperiksa dengan teliti oleh petugas untuk memastikan apakah terkena atau tidak. Kalau ada kegawatan maka akan dibawa ke ruang ICU dan ada RSUP dr M Djamil khusus yang gejala berat.

"Kita tidak berharap, tetapi kita meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Dinkes Sumbar menemukan kasus kematian seorang bayi akibat penyakit misterius yang mirip gejala hepatitis. Penyakit itu kemudian disebut dengan hepatitis unknown etiology.

Baca juga: Dinkes: Temuan Hepatitis Misterius di Sumbar Biasanya Menyerang Anak 0-16 Tahun

Pasien meninggal merupakan bayi berumur 1 bulan 29 hari. Dia meninggal dunia diduga akibat penyakit mirip hepatitis karena belum diketahui pasti apa penyebabnya.

Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Langgam.id - Bupati Kabupaten Agam, Andri Warman mengungkapkan keinginannya terkait pengelolaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau.
Mantan Anggota DPR RI Taslim Soroti Keramba Jaring Apung yang Rusak Keindahan Danau Maninjau
Ahmad Muzani Lelang Sapi untuk Bantu Korban Banjir Lahar Dingin Sumbar, Laku Rp 500 Juta
Ahmad Muzani Lelang Sapi untuk Bantu Korban Banjir Lahar Dingin Sumbar, Laku Rp 500 Juta
Wajah Gelap Homo Digitalis
Wajah Gelap Homo Digitalis
Ribuan Komix Herbal untuk Korban Banjir Lahar Dingin dan Longsor Sumbar
Ribuan Komix Herbal untuk Korban Banjir Lahar Dingin dan Longsor Sumbar
Nofel Nofiadri
Galodo Soko dalam Kontestasi Kepala Daerah
Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra,Andre Rosiade mengucapkan selamat kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran
Anggap sebagai Kampung Halaman, Prabowo Berkomitmen Bangun Sumbar