Kementerian PUPR dan TNI Segera Perbaiki Fasilitas yang Rusak Akibat Kerusuhan Wamena

Kementerian PUPR dan TNI Segera Perbaiki Fasilitas yang Rusak Akibat Kerusuhan Wamena

Kerusakan akibat kerusuhan Wamena. (Foto: pu.go.id)

Langgam.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera memperbaiki fasilitas umum, gedung pemerintahan, toko, dan rumah penduduk yang rusak akibat aksi massa di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada 29 Agustus 2019 lalu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Kementerian PUPR bersama TNI AD akan melakukan rehabilitasi di Wamena. "Agar penanganannya lebih cepat dan memiliki kualitas mutu yang baik," katanya, sebagaimana dilansir situs resmi Kementerian PUPR, Kamis (10/10/2019).

Pasca-kejadian, Menteri Basuki menugaskan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi AH, Abdul Hamid, Direktur Rumah Khusus Ditjen Penyediaan Perumahan Christ Robert Marbun, dan Kepala Pusat Pengembangan Sarana dan Prasarana Pendidikan, Olahraga, dan Pasar Ditjen Cipta Karya Iwan Suprijanto.

Para pejabat ini ke lapangan bersama TNI AD dan melakukan pendataan atas infrastruktur yang rusak di Wamena pada Selasa (8/10/2019).

Dari hasil identifikasi sementara di lapangan, sebanyak 10 kantor Pemerintahan mengalami rusak berat dan 8 rusak ringan.

Kantor Pemerintahan yang rusak berat adalah kantor Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya, kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), gedung Bappeda, kantor Inspektorat, gedung Dinas Informasi dan Komunikasi, kantor Satpol PP.

Kemudian Kantor Badan Lingkungan Hidup, Kantor PLN, KUA, dan Kantor Dinas Perhubungan. Berdasarkan data Dinas PUPR Kabupaten Jayawijaya, perkiraan kerugian atas kerusakan 10 kantor Pemerintahan tersebut sebesar Rp25,6 miliar.

Selain kantor Pemerintahan, menurut hasil identifikasi sementara sebanyak 26 sarana pendidikan, 450 ruko, dan 165 unit rumah warga mengalami rusak ringan serta 220 unit kendaraan rusak/terbakar.

Untuk penanganan pasar, Kepala Pusat PPSOP Iwan Suprijanto mengatakan Kementerian PUPR akan menugaskan kontraktor swasta/BUMN untuk melakukan penanganan keadaan darurat. “Yang perlu segera dan bersifat mendesak untuk dipulihkan adalah rumah dan fasilitas perekonomian. Untuk rumah, kami mengusulkan melalui skema BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya),” kata Iwan.

Sebagaimana diketahui, kerusuhan tersebut selain mengakibatkan korban jiwa juga menimbulkan kerugian harta benda. Termasuk para perantau asal Sumbar yang tinggal di Wamena. (*/SS)

Ikuti berita terbaru dan terkini dari Langgam.id. Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Korban Kerusuhan Wamena
Muslim Berurai Air Mata Mengenang Anak yang “Berpulang” di Tengah Tragedi Wamena
130 Perantau Minang Korban Kerusuhan Wamena Terima Bantuan dari Pemprov
130 Perantau Minang Korban Kerusuhan Wamena Terima Bantuan dari Pemprov
Korban Kerusuhan Wamena
6 Januari Pemprov Sumbar Serahkan Bantuan untuk Korban Kerusuhan Wamena
Pemprov Sumbar Tunda Penutupan Rekening Bantuan Korban Wamena, Ini Alasannya
Pemprov Sumbar Tunda Penutupan Rekening Bantuan Korban Wamena, Ini Alasannya
Pemkab Pessel Serahkan Bantuan untuk Ahli Waris Korban Kerusuhan Wamena
Pemkab Pessel Serahkan Bantuan untuk Ahli Waris Korban Kerusuhan Wamena
Putri, Korban Kerusuhan Wamena Sudah Diizinkan Pulang dari RS M. Djamil
Putri, Korban Kerusuhan Wamena Sudah Diizinkan Pulang dari RS M. Djamil