Kemenag Sumbar dan BWI Luncurkan Program Wakaf Madrasah dan Wakaf Jemaah Haji

BWI Sumbar meluncurkan program inovasi pengembangan pengelolaan wakaf. BWI melahirkan program wakaf madrasah dan wakaf jemaah haji dan umrah.

Ketua BWI Sumbar, Japeri dan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumbar Mahyudin menandatangani nota kesepahaman terkait program wakaf madrasah dan wakaf jemaah haji dan umrah. [foto: Kemenag Sumbar]

Langgam.id – Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumbar meluncurkan program inovasi pengembangan pengelolaan wakaf. BWI melahirkan program wakaf madrasah dan wakaf jemaah haji dan umrah.

Ketua BWI Sumbar, Japeri dan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumbar Mahyudin kemudian menandatangani nota kesepahaman terkait program tersebut.

Mahyudin memberikan apresiasi kepada BWI yang telah melahirkan program-program hebat untuk masyarakat. Ini sebuah gebrakan luar biasa dalam memberdayakan potensi wakaf di Sumbar.

“Program ini hadir untuk mengembangkan dan memajukan wakaf di Sumatra Barat. Hal ini seiring dengan program wakaf nasional, satu wakaf untuk Indonesia yang dikemas dalam satu wakaf untuk Sumatra Barat,” ujar Mahyudin dalam keterangan tertulis Kemenag Sumbar, Sabtu (13/1/2023).

Ia mengungkapkan bahwa tujuan utama dari gerakan wakaf madrasah serta wakaf jemaah haji dan umrah ini dalam rangka memajukan perekonomian, meningkatkan kualitas hidup dan kualitas pendidikan di Sumbar.

“Kita berharap dengan lahirnya program-program wakaf ini, akan meningkatkan literasi wakaf di Sumatra Barat. Sehingga potensi dan manfaat harta wakaf bisa membantu perekonomian serta meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatra Barat,” harap Mahyudin.

Ketua BWI Sumbar, Japeri mengatakan, wakaf madrasah ini akan dihimpun setiap minggu atau 2 minggu sekali. Dimana setiap hari Senin warga madrasah melakukan pengumpulan wakaf sesuai niat dan tidak ditentukan nominalnya.

“Dana wakaf dari madrasah ini akan dikirim dan dihimpun ke rekening nazir badan wakaf Indonesia Sumatra Barat. Ketika wakaf sudah terkumpul akan diproduktifkan, maka yang digunakan adalah hasil manfaat dari dana wakaf tersebut,” sebut Japeri yang juga Ketua MUI Kota Padang ini.

Ia menyebutkan, prinsip dasar dana wakaf ini adalah modalnya tidak boleh berkurang. Untuk itu, dana wakaf akan diproduktifkan melalui sukuk bank, sektor ril dan lokasi-lokasi wakaf produktif.

“Hasil manfaat dari wakaf produktif ini akan disalurkan kembali kepada siswa dalam bentuk beasiswa. Hal ini sebagai upaya peningkatakan kualitas pendidikan di Sumatra Barat khususnya di madrasah. Tujuannya menuju kualitas pendidikan yang unggul melalui gerakan wakaf,” tuturnya. (*/yki)

Tag:

Baca Juga

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumbar, M. Rifki, bersama para jemaah haji. (Dok. Kanwil Kemenhaj Sumbar)
33 Jemaah Sumbar Dibantu Uni Emirat Arab, Berkah Berangkat Haji Usai Diterpa Bencana
Kantor Kejati Sumbar. (Langgam.id/ Buliza Rahmat)
Kejati Sumbar Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Jembatan Sikabu Padang Pariaman, Kerugian Rp 7,5 Miliar
Salah satu SPPG yang berhenti beroperasi sementara selama libur sekolah. (Langgam.id/ Buliza Rahmat)
Dapur MBG Tutup Sementara, Pengelola SPPG di Padang Keluhkan Nasib Relawan dan UMKM Mitra
Ketua DPRD Sumbar Dikritik Usai Bungkam Soal Kasus BSN, Pengamat: Publik Harus Tahu Apa yang Terjadi!
Ketua DPRD Sumbar Dikritik Usai Bungkam Soal Kasus BSN, Pengamat: Publik Harus Tahu Apa yang Terjadi!
Penyerang baru Semen Padang FC, Ari Maring. (Dok. IG Ari Maring)
Profil dan Perjalanan Karier Ari Maring, Penyerang Baru Semen Padang FC yang Disebut Agresif
Mukerprov PBSI Sumbar Komit Sukseskan Pelaksanaan Porprov 2026
Mukerprov PBSI Sumbar Komit Sukseskan Pelaksanaan Porprov 2026