Jual Satwa Langka Lewat Facebook, Pria di Agam Diringkus Polisi

Dua ekor satwa dilindungi yang gagal dijual pria asal Agam karena keburu tertangkap polisi. (Foto: Dok.BKSDA Sumbar)

Ilustrasi burung (Foto: Dok.BKSDA Sumbar)

Langgam.id – Seorang pria berinisial MP (31) di Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar) terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian. Dia kedapatan melakukan upaya jual beli satwa dilindungi melalui media sosial Facebook.

Satwa langka yang dijual adalah dua ekor burung. Masing-masing, 1 ekor burung jenis Tiong emas (Gracula religiosa) atau Beo Mentawai dan burung jenis Nuri Kalung Ungu (Eos squamata) 1 ekor.

Atas perbuatannya, MP berhasil diamankan tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar bersama Satreskrim Polres Agam. Penangkapan dilakukan di Pasar Lawang, kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Jumat (17/7/2020) pukul 10.00 WIB.

“Pelaku ditangkap saat akan melakukan transaksi jual beli satwa dilindungi dua jenis burung itu,” ujar Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam, Ade Putra dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/7/2020).

Ade mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari maraknya perdagangan satwa dilindungi dilakukan melalui akun media sosial. Khusus MP, melakukan jual beli satwa secara online dengan menggunakan akun Facebook palsu.

“Pelaku menawarkan berbagai jenis satwa yang dilindungi dan sudah dilakukannya sejak 2019 lalu. Dalam aksinya, pelaku menawarkan berbagai jenis satwa dengan harga bervariasi, tergantung kepada jenis dan langkanya satwa tersebut,” katanya.

BKSDA memastikan bahwa kedua jenis satwa yang diamankan adalah jenis dilindungi dan bukan merupakan endemik atau asli Pulau Sumatera. Perlu diketahui, untuk burung Nuri kalung ungu habitat asalnya adalah dari daerah Sulawesi, Maluku dan daerah indonesia bagian timur lainnya.

Sedangkan Tiong Emas atau Beo Mentawai, kata Ade, merupakan endemik asli kepulauan Mentawai. “Pelaku diancam pasal 21 ayat 2 huruf a undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya,” tuturnya.

Saat ini, pelaku bersama barang bukti diamankan di Polres Agam untuk proses hukum lebih lanjut. Tim gabungan saat ini masih melakukan pengembangan untuk mengusut asal usul satwa yang diperoleh pelaku. (Irwanda/ICA)

Baca Juga

PT Brantas Abipraya (Persero) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan langkah nyata dalam percepatan pemulihan Sumatra Barat
Pascabencana Sumbar, Kementerian PU-Brantas Abipraya Rehab 2 Masjid dan Bangun 2 Sekolah di Palembayan
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau pengerjaan bailey yang dibangun di jalan provinsi ruas Sicincin–Simpang Balingka di Malalak,
Menteri PU Kebut Fungsional Jalan Malalak Jelang Ramadan, 2 Jembatan Bailey Dibangun
TNI AD sudah memasang lima jembatan bailey di Tanah Datar. Pemasangan ini dilakukan karena jembatan sebelumnya diterjang banjir bandang
TNI AD Bangun Jembatan Armco di Salimpauang
Pemkab Agam Sambut Tim PDEI Sumbar, Perkuat Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Korban Bencana
Pemkab Agam Sambut Tim PDEI Sumbar, Perkuat Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Korban Bencana
Yogi Yolanda Dilantik jadi Ketua DPC PDI-P Agam di Antara Tenda Bencana
Yogi Yolanda Dilantik jadi Ketua DPC PDI-P Agam di Antara Tenda Bencana
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono mengatakan kerugian akan bencana di Kabupaten Agam diperkirakan mencapai lebih dari Rp6,5 triliun.
Agam Masuki Masa Transisi Menuju Pemulihan, Kerugian Bencana Capai Rp6,5 Triliun