Langgam.id – Suasana haru menyelimuti salah satu hotel di kawasan Aziziyah, Makkah, saat ratusan jemaah haji Kloter PDG 14 Embarkasi Padang mengikuti bimbingan rohani menjelang keberangkatan ke Padang Arafah.
Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), para jemaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian pembinaan spiritual. Sejumlah jemaah terlihat menitikkan air mata saat memanjatkan doa dan zikir.
Di sudut ruangan, sebagian jemaah sibuk melipat kain ihram, sementara yang lain menggenggam buku doa dan melantunkan zikir. Tak sedikit yang larut dalam keheningan, membayangkan momen wukuf di Arafah bersama jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia.
Pembimbing Ibadah Kloter PDG 14, Tri Andriani Djusair, mengingatkan jemaah bahwa Armuzna bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang menjadi puncak ibadah haji.
“Armuzna bukan sekadar perjalanan fisik. Di sanalah kita mengetuk pintu langit,” ujarnya saat memberikan bimbingan kepada jemaah, Minggu (24/5/2026).
Menurut Tri, wukuf di Arafah merupakan momentum paling sakral dalam ibadah haji. Seluruh jemaah berdiri dalam pakaian yang sama tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun latar belakang.
“Di Padang Arafah nanti, jutaan manusia berkumpul dengan pakaian yang sama. Memohon ampun dengan air mata penyesalan dan mengetuk pintu langit dengan doa terbaik,” katanya.
Dalam bimbingan tersebut, jemaah juga diajak mempersiapkan diri tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara batin. Mereka bersama-sama melafalkan istigfar, syahadat, selawat, dan zikir sebagai bentuk penyucian hati sebelum memasuki puncak ibadah haji.
“Bersihkan hati sebelum melafazkan niat. Jangan hanya tubuh yang bersih, tetapi hati juga harus lapang dan ikhlas,” pesan Tri.
Ia juga memberikan penjelasan kepada jemaah perempuan yang sedang mengalami uzur syar’i atau haid. Menurutnya, kondisi tersebut tidak mengurangi kesempatan mereka memperoleh pahala haji.
“Mereka tetap bisa berniat dari hotel, hanya saja tidak melaksanakan salat dan tawaf hingga uzurnya selesai,” jelasnya.
Tri mengingatkan bahwa setelah niat haji diucapkan dan talbiyah mulai dilantunkan, seluruh larangan ihram berlaku bagi setiap jemaah. Mereka diminta menjaga lisan, menghindari perbuatan maksiat, serta tidak terlibat dalam pertengkaran selama menjalankan rangkaian ibadah.
Petugas juga mengimbau para jemaah untuk saling membantu, terutama dalam mendampingi jemaah lanjut usia dan mereka yang membutuhkan bantuan selama pelaksanaan Armuzna.
Dengan persiapan lahir dan batin tersebut, jemaah Kloter PDG 14 Embarkasi Padang diharapkan dapat menjalani puncak ibadah haji dengan khusyuk, sehat, dan lancar.






