Jejak Harimau Penerkam Kerbau Warga Agam Tak Lagi Ditemukan

Petugas BKSDA Agam saat memantau pergerakan harimau. (Foto: Dok.BKSDA Resor Agam)

Petugas BKSDA Agam saat memantau pergerakan harimau. (Foto: Dok.BKSDA Resor Agam)

Langgam.id - Tanda-tanda keberadaan harimau sumatra tak lagi ditemukan di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar).

Sebelumnya, di kawasan tersebut sempat ditemukan jejak kaki satwa langka dengan nama latin panthera tigris sumatrae itu. Bahkan, harimau sumatera ini sempat menerkam dua ekor kerbau milik warga setempat.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam menduga, satwa ini telah kembali ke habitatnya karena melakukan pengusiran menggunakan meriam karbit selama tiga hari berturut-turut.

Menurut Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Agam Ade Putra, kembalinya harimau sumatra ke habitatnya menunjukkan penanganan konflik antara manusia dan satwa liar berjalan baik.

"Kami bersama masyarakat sudah tidak menemukan lagi tanda-tanda keberadaan satwa liar itu di sekitar pemukiman dan areal sawah warga setempat," ujarnya kepada wartawan, Minggu (28/6/2020).

Selain itu, kata Ade, harimau sumatra di sekitar kawasan tempat ditemukannya jejak juga tidak terlihat lagi dalam kamera pengintai. Setidaknya, BKSDA memasang kamera pengintai sebanyak tiga unit.

"Dalam kamera pengintai tidak ada lagi gambaran visual pergerakan satwa itu. Penelusuran yang dilakukan pada hari terakhir, juga menunjukan satwa bergerak kembali ke dalam kawasan hutan lindung dan cagar alam yang berjarak dua kilometer dari lokasi kejadian," katanya.

Sebelumnya, dua ekor kerbau milik warga diserang oleh Harimau Sumatra di Nagari Sungai Pua, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumbar. Serangan mengakibatkan bekas luka cakar di tubuh kerbau. (Irwanda/ICA)

Ikuti berita terbaru dan terkini dari Langgam.id. Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Media sosial dihebohkan kemunculan seekor harimau sumatra an Rabaa Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang, Solok Selatan, Sumatra Barat (Sumbar).
Kata BKSDA Sumbar Soal Penampakan Harimau Sumatra di Solsel
Usai Kematian Harimau Sumatra di Pasaman, BKSDA Sumbar Sapu Bersih Jerat
Usai Kematian Harimau Sumatra di Pasaman, BKSDA Sumbar Sapu Bersih Jerat
139 Santri Tamat dari MTI Canduang Tahun Ini
139 Santri Tamat dari MTI Canduang Tahun Ini
Kepala BKSDA Sumatra Barat (Sumbar) Ardi Andono menyebut kematian harimau sumatra dampak dari jerat babi baru pertama kali ini terjadi.
BKSDA Sumbar Beberkan Penyebab Kematian Harimau Sumatra di Pasaman
Wakil Bupati (Wabup) Agam, Sumatra Barat, Irwan Fikri mengajukan pengunduran dari jabatannya melalui sebuah surat ke DPRD setempat.
Disebut Mundur dari Wabup Agam karena Nyaleg, Ini Kata Irwan Fikri
Irwan Fikri memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Agam. Mundurnya Irwan Fikri dibenarkan Partai Demokrat Mulyadi.
Irwan Fikri Mundur dari Wabup Agam, Ini Kata Demokrat Sumbar