Jaksa Serahkan 2 Owa Ungko Selundupan ke BKSDA Sumbar

Jaksa Serahkan 2 Owa Ungko Selundupan ke BKSDA Sumbar

Jaksa Serahkan 2 Owa Ungko Selundupan ke BKSDA Sumbar. (Dok BKSDA Sumbar)

Langgam.id – Kejaksaan Negeri Solok menyerahkan dua ekor satwa dilindungi kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar. Dua hewan itu merupakan barang bukti dalam kasus penyelundupan.

“Barang bukti berupa dua ekor satwa owa ungko merupakan barang bukti pengungkapan kasus oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar,” tulis BKSDA Sumbar dalam keterangan tertulis, Selasa (16/3/2021).

Pengungkapan kasus itu dilakukan pada Januari lalu. Dalam kasus itu, polisi menetapkan pegawai BUMD berinisial ZK (47) sebagai tersangka.

Selain dua ekor owa ungko, Tersangka juga menyelundupkan puluhan ekor burung dan 4,7 kilogram sisik trenggiling.

Puluhan burung yang sempat disita telah dilepasliarkan. Kini tersangka sedang menunggu jadwal sidang karena berkas perkara sudah dinyatakan P-21 atau lengkap.

“Telah dinyatakan P-21 oleh jaksa penuntut umum,” lanjut BKSDA Sumbar. (*ABW).

Baca Juga

Harimau Sumatra terjerat perangkap babi di Kabupaten Pasaman beberapa waktu lalu. (Dok. BKSDA Sumbar)
Empat Harimau Sumatra Terjerat Perangkap Babi di Sumbar, Dua Mati hingga BKSDA Larang Penggunaan Jerat Rattus
Proses evakuasi Harimau Sumatra yang masuk kandang jebak di Palupuah, Kabuapten Agam. (Dok. BKSDA Sumbar)
5 Fakta Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Agam: Namanya Puti Batuah, Dibawa ke Kandi Sawahlunto
Harimau Sumatra Kejutkan Warga Koto Sani Solok, Diduga Terkam Anjing dan Diusir BKSDA Sumbar Pakai Meriam Karbit
Harimau Sumatra Kejutkan Warga Koto Sani Solok, Diduga Terkam Anjing dan Diusir BKSDA Sumbar Pakai Meriam Karbit
BKSDA Sumbar menurunkan tim penanganan dari Resor Konservasi Wilayah (RKW) II Maninjau menindaklanjuti laporan adanya kemunculan harimau
Harimau Dilaporkan Muncul Melintasi Jalan di Palupuh, BKSDA Turunkan Tim Penanganan
Tim gabungan BKSDA Sumatra Barat dan Ditreskrimsus Polda Sumbar berhasil mengungkap kasus perdagangan puluhan kilogram sisik trenggiling
BKSDA dan Polda Sumbar Ungkap Perdagangan Puluhan Kilogram Sisik Trenggiling di Padang
BKSDA Sumatra Barat (Sumbar) menyebut konflik satwa dengan manusia meningkat lantaran jumlah pakan di habitatnya berkurang.
BKSDA Sumbar Sebut Konflik Harimau dan Manusia Karena Jumlah Pakan Berkurang