Jaga Kelestarian Lingkungan, DLH Pessel Awasi Perusahaan Skala Besar

Jaga Kelestarian Lingkungan, DLH Pessel Awasi Perusahaan Skala Besar

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Pesisir Selatan, Jumsu Trisno (Foto: Ist)

Langgam.id – Demi menjaga kelestarian lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengaku telah monsosialisasikan dan mengawasi masyarakat serta perusahaan besar agar tidak merusak lingkungan dalam menjalankan aktivitas.

Jumsu Trisno, Kepala DLH Pesisir Selatan mengatakan, bahwa kelestarian lingkungan merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“Agar harapan itu tercapai, kami tidak hanya mensosialisakannya kepada masyarakat, tapi juga terhadap perusahan-perusahaan besar yang ada di Pessel dalam bentuk pembinaan,” ujarnya melalui rilis yang diterima Langgam.id, Selasa (3/9/2019).

Menurutnya, jika perusahaan penghasil limbah tidak ditangani sesuai dengan ketentuan, itu bisa menjadi penyumbang terbesar kerusakan lingkungan di Pessel.

“Kita sosialisasikan, bina dan kita awasi secara intensif. Ini sudah dilakukan dibeberapa perusahaan perkebunan sawit dan perusahaan lainnya,” ungkap Jumsu.

Dia mengklaim, baru-baru ini, DLH Pessel telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap PT. Transco Energi Utama di Pancung Soal, terkait pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3).

“Pembinaan terhadap perusahaan ini, kita fokuskan pada pengelolaan kualitas udara, kebisingan dan pengelolaan limbah cair dari aktifitas operasioanl pabrik,” katanya.

Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, dikatakan Jumsu, terlihat perusahaan itu telah melakukan beberapa tahapan pengelolaan sesuai dokumen lingkungan.

Dicontohkannya, pengelolaan terhadap penurunan kualitas udara ambien melalui perkuatan jalan dengan batu dan kerikil, serta penyiraman secara berkala terhadap akses jalan menuju pabrik.

Lalu, cerobong boiler juga telah dilengkapi dengan dust collector untuk mengantisipasi debu sisa pembakaran keluar dari cerobong, termasuk melakukan pemeriksaan genset secara berkala.

“Sementara, pengelolaan limbah cair pabrik, dilakukan di kolam IPAL, dengan jumlah Sembilan kolam. Terdiri dari dua kolam pendingin, dua kolam anaerobik, dua kolam aerobik, dan tiga kolam pengendapan,” ucapnya.

Menurut Jumsu, DLH Pessel juga sudha menyarankan agar perusahaan memsang plang titik koordinat untuk lokasi pemantauan udara ambien, kebisingan, pemantauan emisi tidak bergerak untuk cerobong asap boiler, genset dan tungku bakar.

“Titik penataan IPAL dan pemantauan kualitas permuakan air juga. Perusahaan diwajibakan untuk mengurus izin TPS LB3 dan izin pembuangan limbah cair ke lingkungan,” ujarnya. (*/ZE)

Baca Juga

Menteri Lingkungan Hidup Canangkan Gerakan Tobat Ekologis di Sumbar
Menteri Lingkungan Hidup Canangkan Gerakan Tobat Ekologis di Sumbar
Sejumlah potongan tubuh diduga milik mayat di aliran sungai Batang Anai, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat
Keluarga Minta Diusut Tuntas, Punggung Guru yang Meninggal di Mes Polisi Pesisir Selatan Memerah
Sosok mayat perempuan ditemukan di aliran sungai di Nagari Barung Barung Balantai, Kacamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan,
Kasus Guru PPPK Meninggal di Mes Polisi, Orang Tua Korban Beberkan Kejanggalan
Sejumlah potongan tubuh diduga milik mayat di aliran sungai Batang Anai, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat
Guru PPPK Meninggal di Kamar Mes Polisi, Kasus Masih Diselidiki
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022, BI Sumbar Bawa Rp 5,9 Miliar ke Mentawai
Pengusaha Dapur MBG di Pesisir Selatan Polisikan Yayasan dan Pemilik Lahan, Klaim Rugi Rp1 Miliar
Ilustrasi pocong. (Dok. AI)
Heboh Video “Pocong Begal” Gegerkan Warga Pesisir Selatan, Ini Kata Polisi