Langgam.id – Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta resmi berlabuh dan langsung menjadi Pelakasana tugas (Plt) Ketua DPC Partai Gerindra. Sebelumnya, ia tercatat sebagai kader Partai Demokrat.
Berdasarkan Kartu Tanda Anggota Partai Demokrat, Zulmaeta bergabung dengan partai berlambang bintang mercy ini sejak Agustus 2024.
Pada Pilkada 2024, Partai Demokrat mengusung Zulmaeta sebagai calon Wali Kota Payakumbuh. Ia pun berhasil mengalahkan calon kuat dari Partai Gerindra Supardi yang berpasangan dengan Tri Venindra.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Payakumbuh Ridwan Sabirin membenarka, kadernya Zulmaeta pindah ke Partai Gerindra.
“Benar, Bapak Zulmaeta pindah partai ke Gerindra, dan menjabat sebagai Plt DPC Kota Payakumbuh,” kata Ridwan saat dikonfirmasi Langgam.id, Senin (12/10/2026).
Ridwan mengatakan, sebelum pindah ke Gerindra, Zulmaeta telah menyampaikan rencana tersebut secara langsung yang juga disaksikan sekretaris dan bendahara Partai Demokrat.
“Secara eksplisit beliau pernah bilang soal kepindahan. Namun, saya tidak ingat persis waktunya,” kata Ridwan.
Namun, Ridwan mengaku tidak mengetahui alasan Zulmaeta meninggalkan Demokrat dan bergabung dengan Gerindra.
“Alasannya secara jelas saya tidak tahu. Namun, dari sisi politik itu dinamis. Mungkin ada pertimbangan untuk melancarkan program-program beliau sebagai Wali Kota Payakumbuh,” ujarnya.
Penunjukan Zulmaeta sebagai Plt Ketua DPC Gerindra Kota Payakumbuh tertuang dalam surat DPD Gerindra Sumatra Barat Nomor 09.008/Plt/DPD-GERINDRA/SUMBAR/2026. Surat tersebut ditetapkan di Padang pada 21 September 2026.
Dalam surat itu, Zulmaeta ditunjuk memimpin sementara kepengurusan Gerindra Kota Payakumbuh. Ia didampingi Eka Fahdani sebagai sekretaris dan Mardion Fernandes sebagai bendahara.
Perpindahan partai tersebut, menurut Ridwan, tidak memengaruhi hubungan personal maupun komunikasinya dengan Zulmaeta. Ia memastikan hubungan keduanya tetap berjalan baik.
“Hubungan beliau dengan saya dan Partai Demokrat baik-baik saja. Tidak ada persoalan apa pun. Kami juga sering berkomunikasi dan menelepon,” katanya.
Ridwan menilai perpindahan partai merupakan bagian dari dinamika politik. Ia menyebut setiap politisi memiliki pertimbangan dan tujuan politik masing-masing.
“Bagi kami biasa saja. Orang politik itu dinamis, karena setiap orang politik pasti punya target politiknya sendiri,” ujarnya. (ICA)






