Jadi Camat Terbaik, Heriza Syafani: Ini Ajang Evaluasi Kinerja

Jadi Camat Terbaik, Heriza Syafani: Ini Ajang Evaluasi Kinerja

Camat Lubuk Begalung Heriza Syafani menerima penghargaan pada Lomba Kompetensi Camat Tingkat Sumbar tahun 2022. [Foto: Kominfo]

Langgam.id – Camat Lubuk Begalung (Lubeg) Kota Padang Heriza Syafani menyabet posisi camat terbaik harapan I pada Lomba Kompetensi Camat Tingkat Sumbar tahun 2022. Baginya, ajang bergengsi itu momentum untuk mengevaluasi kinerja agar lebih baik.

Heriza Syafani mengaku bersyukur. Prestasi yang diraih terasa sangat spesial karena diterima pada momentum hari jadi Provinsi Sumbar ke-77.

“Kompetensi camat ini sejatinya adalah ajang evaluasi mengukur kinerja camat. Ini penting untuk kebaikan daerah ke depannya,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikutip Langgam.id, Senin (3/10/2022).

Menurutnya, keberhasilan yang diraih berkat dukungan dan kerjasama semua pihak. Baik dari para lurah se-Kecamatan Lubeg, unsur pimpinan kecamatan (Forkopimca), stakeholder terkait dan elemen masyarakat.

Terkait inovasi yang telah dilakukan, Camat Lubuk Begalung Heriza membeberkan, pihaknya selalu menciptakan kebaruan guna meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), pembangunan, serta pelayanan bagi masyarakat dan hal positif lainnya.

Heriza menghadirkan sejumlah inovasi, seperti sistem administrasi elektronik (Si-Alek). Sistem ini mengoptimalkan teknologi informasi untuk memangkas birokrasi pelayanan di kecamatan.

“Biasanya masyarakat yang mengurus surat keterangan pindah, surat kematian, surat ahli waris lebih satu hari, kini dengan Si-Alek hanya paling lama cukup 20 menit saja,” katanya.

Dalam pelayanan kesehatan, pihaknya meluncurkan program Ceting (Cegah Stunting). Tujuannya untuk melindungi masyarakat dari penyakit gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun).

“Melalui program Ceting ini kita mengajak pihak swasta agar bisa menjadi bapak asuh dalam menangani balita stunting,” kata pria kelahiran Pariaman 16 Oktober 1982 itu.

Camat Lubuk Begalung juga membuat Koperasi Lubeg Amanah Jaya untuk meningkatkan ekonomi ASN dan masyarakat Lubeg. Selain itu juga melakukan program minggu bersih dengan melakukan gotong-rotong pada Minggu kedua dan keempat setiap bulan.

Baca Juga: Heriza Syafani, Camat Terbaik di Kota Padang Dinilai Tim Provinsi

“Kemudian juga ada rabu sehat dengan berolahraga bersama ASN dan masyarakat setiap Rabu pagi,” tutur alumni STPDN XIV itu bersemangat.

Dapatkan update berita terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Langgam.id - Polres Ponorogo menetapkan dua orang tersangka dalam kasus meninggalnya santri Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor Mlarak Ponorogo.
Alasan Ibu dari Bayi Korban Penganiayaan Ayah Kandung di Padang Tak Lapor Polisi 
RS Bhayangkara Padang Beri Pendampingan Psikologis Ibu dari Bayi Korban Penganiayaan
RS Bhayangkara Padang Beri Pendampingan Psikologis Ibu dari Bayi Korban Penganiayaan
Kisah Pilu Ibu dari Bayi Korban Penganiayaan di Padang, Lapar dan Luka Datang Bersamaan 
Kisah Pilu Ibu dari Bayi Korban Penganiayaan di Padang, Lapar dan Luka Datang Bersamaan 
Bekas luka diduga karena air panas yang dialami bayi tersebut. (Foto: Ipda Ghifari untuk Langgam.id)
6 Fakta Kasus Bayi 2 Tahun Dianiaya Ayah Kandung di Padang
Bekas luka di tubuh bayi malang dianiaya ayah kandung di Padang. (Foto: Ipda Ghifari untuk Langgam.id)
Cerita Tetangga Ambil Paksa Bayi yang Dianiaya Ayah Kandung di Padang: Saya Menangis, Jejak Luka Banyak
Penampakan RD, pelaku penganiayaan anak kandung sendiri. (Foto: Dok. Polresta Padang)
Penampakan Ayah Kandung di Padang yang Aniaya Bayinya, Digiring ke Sel Tahanan