Ini 5 Perempuan Minang yang Pernah Jadi Ibu Negara, dari Indonesia hingga Malaysia

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Lima perempuan Minang yang pernah jadi ibu negara, dari Indonesia hingga Malaysia.

Bung Karno dan Fatmawati. (Foto: perpusnas.go.id)

Orang tua Rosmah yaitu Mansor Katas (ayah) dan Fatimah Keda (ibu).

Bahkan, Kerajaan Pagaruyung juga menganugerahkan gelar kehormatan untuk Rosmah, yaitu Darjah Kebesaran Kerabat yang Dipertuan Gadih Minang.

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Lima perempuan Minang yang pernah jadi ibu negara, dari Indonesia hingga Malaysia.

Rosmah Mansor. (Foto: Dok. Tempo)

Baca juga: Tradisi, Lingkungan dan Perempuan Minang dalam Dokumentasi Audiovisual

Selain itu, Rosmah juga aktif memimpin berbagai organisasi di Malaysia, di antaranya sebagai President of the Welfare Association of Minister’s Wives (BAKTI), Malaysia Aids Council, dan juga Thalasemia Association.

Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Baca Juga

Djangan sekali-kali meninggalkan sedjarah! Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sedjarahnya sendiri. Dari sedjarah
Gala Adat dan Pertaruhan Marwah
Kisah Mukhni, Orang Tanjung Barulak yang Menjadi Dosen dan Guru Mengaji di Malaysia
Kisah Mukhni, Orang Tanjung Barulak yang Menjadi Dosen dan Guru Mengaji di Malaysia
PCMM Satukan Orang Minang di Malaysia Lewat Semangat Akademis
PCMM Satukan Orang Minang di Malaysia Lewat Semangat Akademis
Adaik Suluah Nagari  Cerminan dari Ekspresi Budaya Nusantara
Adaik Suluah Nagari  Cerminan dari Ekspresi Budaya Nusantara
Halagel (M) Sdn Bhd meluncurkan distribusi produk-produk kegunaan harian buatan Malaysia di Padang melalui kerja sama dengan Aciak Mart di Hotel Mercure Padang
Halagel Luncurkan Distribusi Produk Malaysia di Padang, Kerja Sama dengan Aciak Mart
Dalam Tambo Minangkabau, hubungan antara Adat dan Agama diungkapkan dalam pepatah “SYARAK MANDAKI, ADAT MANURUN.” Ungkapan ini menegaskan
Syarak Mandaki, Adat Manurun: Harmonisasi Islam dan Adat Minangkabau