Ini 4 Tugu Ikonik di Kota Padang yang Wajib Dikunjungi

Pemko Padang bakal menggelar Peringatan Gempa 30 September pada tahun ini yang dilaksanakan di Tugu Gempa, depan Museum Adityawarman.

Tugu Gempa Padang (Foto: Humas Kota Padang)

Langgam.id – Tugu adalah sesuatu yang dibuat untuk memperingati suatu peristiwa bersejarah atau penting. Namun, keberadaannya, sering kali diabaikan oleh masyarakat. Padahal pembangunan tugu memiliki sejarah penting mengenai suatu daerah tertentu.

Seperti hal nya di Kota Padang, keberadaan tugu sering tidak disadari dan hanya dijadikan objek foto tana tau sejarah di baliknya. Berikut ini adalah 4 tugu yang ada di Kota Padang yang memiliki daya tarik dan sejarah berbeda.

1. Tugu Merpati Putih
Nyaris setiap wisatawan yang berkunjung ke Kota Padang, menyempatkan diri berselfie di Tugu Merpati Putih yang posisinya persi berada di bibir PantaI Padang. Tugu Merpati Perdamaian diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 12 April 2016 di Taman Muaro Lasak, Padang, Sumatra Barat. Hal ini dalam rangka memperingati latihan maritim berbagai negara yang digagas TNI Angkatan Laut yang lebih populer disebut Multilateral Naval Exercise Komodo 2016.

2. Tugu Gempa 30 September 2009
Tugu Gempa juga merupakan salah satu tugu terkenal di kota Padang. Tugu itu berdiri di Jalan Khairil Anwar, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Tugu ini dibangun untuk mengenang atau memperingati gempa 30 September 2009. Oleh karena itu,untuk mengenang para korban gempa, dibangunlah Tugu Gempa ini. Tugu ini diresmikan pada peringatan satu tahun gempa pada tanggal 30 September 2010 oleh Wali Kota Padang Fauzi Bahar.

3. Tugu Simpang Tinju
Tugu perjuangan Simpang Tinju yang dibangun untuk mengenang gugurnya mantan Wali Kota Padang, Bagindo Aziz Chan yang tewas ditembak dalam masa perjuangan melawan penjajah Belanda pada tanggal 19 Juli 1947. Tugu ini disimbolkan dengan kepalan tangan. Tentu saja kepalan ini merupakan sebuah perjuangan yang dilakukan Bagindo Aziz Chan dalam melawan penjajahan Belanda.

4. Tugu Linggarjati
Tugu Linggarjari dibangun pada tahun 1985 untuk memperingati Perjanjian Linggarjati antara Indonesia dengan Pemerintah Kolonial Belanda pada 1947. Lokasi yang pertama ada di Tabing dan lokasi kedua di Sungai Barameh.

Dikutip dari tulisan Marshalleh Adaz, pada 3 Mei 1947, terjadi perundingan di Kota Padang untuk menetapkan garis demarkasi yang disetujui kedua pihak, yaitu Front Timur, Melintang dari Selatan ke Utara, sampai ke Sungai Barameh, Lubuk Begalung dan Kampung Kalawi.

Front Utara, Nanggalo dari jalan raya sampai ke Tabing tapi tidak termasuk Stasiun Keretapi Tabing. Perundingan tersebut merupakan bagian perundingan Linggajati Jawa Barat yang berlaku untuk seluruh daerah kependudukan Belanda di nusantara ini.(Mg-Dona/Ela)

Tag:

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre