Ingatkan Soal Sampah, Nelayan di Padang Gelar Upacara 17 Agustus di Muara Sungai

Ingatkan Soal Sampah, Nelayan di Padang Gelar Upacara 17 Agustus di Muara Sungai

Suasana upacara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus yang digelar masyarakat dan nelayan di tengah muara Sungai Batang Arau, Kota Padang, Rabu (17/8/2022). [Foto: Rahmadi/Langgam.id]

Langgam.id – Masyarakat dan nelayan menggelar upacara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2022 di tengah muara Sungai Batang Arau yang berada di kawasan Seberang Pebayan, Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Rabu (17/8/2022).

Upacara digelar sekitar pukul 08.30 WIB oleh puluhan masyarakat nelayan dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Padang, dan sejumlah komunitas surfing. Upacara oleh peserta dengan menggunakan kapal-kapal nelayan serta papan surfing oleh sejumlah peserta.

Sementara untuk tiang bendera merah putih dipancangkan di tengah sungai. Upacara berlangsung dengan khidmat selama sekitar setengah jam diakhiri dengan mendengarkan lagu Indonesia Raya.

Selain itu, dalam upacara ini juga dibacakan deklarasi Batang Arau Merdeka dari Sampah dan Limbah oleh Koalisi Masyarakat Peduli Batang Arau.

Ketua Pokdarwis Gunung Padang Faula Ismi mengatakan, upacara di tengah sungai karena ingin lebih unik di tahun ini. Acara ini kali pertama diatur langsung oleh Pokdarwis karena sebelumnya selalu diadakan di lapangan.

“Seberang Pebayan ini adalah kampung nelayan. Kami ingin memperlihatkan kepada orang banyak bahwa ini adalah kampung nelayan, semoga lebih bisa dikenal lagi oleh masyarakat,” katanya.

Dengan lebih dikenal, dia berharap agar masyarakat semakin sadar untuk tidak membuang sampah lagi ke sungai. Sebab sampah menjadi kendala bagi nelayan karena berpengaruh pada kehidupan ikan-ikan di laut. Sehingga nelayan bisa tetap berkegiatan tanpa sampah.

“Nelayan kami terkendala karena sampah-sampah yang berserakan sehingga ikan menghilang karena sampah. Kebanyakan sampah berasal dari atas (hulu, red) karena kami berada di muara sungai,” katanya.

Dia berharap agar warga Kota Padang tidak lagi membuang sampah ke tengah sungai lagi khususnya di Sungai Batang Arau. Apalagi kawasan Seberang Pebayan juga dijadikan destinasi wisata sehingga diharapkan lebih maju lagi dengan tanpa sampah.

Saat upacara, Koordinator Koalisi Masyarakat Peduli Batang Arau Miko Kamal membacakan deklarasi Batang Arau Merdeka dari Sampah dan Limbah.

Berikut deklarasinya:

Bahwa Batang Arau yang bersih dari sampah dan limbah adalah hak segala warga.

Bahwa di samping hak, pada semua warga juga melekat kewajiban menjaga Batang Arau tetap bersih dari segala sampah dan limbah;

Bahwa tepat pada hari peringatan kemerdekaan yang ke 77 ini, kami:

1. Akan menjaga dengan sepenuh hati agar Batang Arau senantiasa bersih dari sampah dan limbah;

2. Akan menegur dan/atau menghalangi siapa saja yang mengotori Batang Arau dari sampah dan limbah;

3. Menuntut pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya berwenang untuk membersihkan Batang Arau dari sampah dan limbah.

Baca Juga: Peringati HUT RI ke-77, Wako Payakumbuh Bagikan 2.500 Bendera Merah Putih ke Warga

Demikian deklarasi ini kami buat dan akan kami jalankan dengan sungguh-sungguh. Semoga Allah memudahkan upaya kita semua menyelamatkan Batang Arau.

Ikuti berita Padang – berita Sumatra Barat hari ini, terbaru dan terkini dari Langgam.id.  Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Ketua DPD KSPSI Sumbar, Ruli Eka Putra. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
Gelombang Protes Buruh Sumbar: Upah Dipotong, Anggaran BPJS Diduga Digelapkan Perusahaan
Puluhan massa buruh menggelar aksi damai di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (4/5/2026). Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id
Gubernur Sumbar Tak Muncul, Buruh Ancam Gelombang Demo Besar!
Para penumpang menaiki Kereta Api Pariaman Ekspres . Foto: KAI Divre II Sumbar.
KAI Divre II Sumbar Layani 23 Ribu Penumpang Selama Libur Panjang Hari Buruh 2026
Nini Mushani, calon jemaah haji melayani suaminya Syafei Nawa’an. Foto Humas Kemenhaj.
Penantian 14 Tahun Berbuah Haru, Pasutri Asal Padang Akhirnya Berangkat Haji
Petugas Damkar Padang evakuasi jari tangan karyawan yang terjepit mesin giling. Foto: Dok. Damkar Padang
Jari Karyawan Warung Kopi di Padang Terjepit Mesin Giling Daging, Tiba-tiba Pusing Saat Bekerja
Pengedar 47 Kg Sabu di Padang Divonis Seumur Hidup, Jaksa Tuntut Hukuman Mati
Pengedar 47 Kg Sabu di Padang Divonis Seumur Hidup, Jaksa Tuntut Hukuman Mati